Suasana tes Computer Assisted test (CAT) seleksi penerimaan CPNS Kemenkumham di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) DIY. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Suasana tes Computer Assisted test (CAT) seleksi penerimaan CPNS Kemenkumham di Kantor Regional I Badan Kepegawaian Negara (BKN) DIY. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 14 Februari 2018 21:20 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Generasi Muda DIY Pilih Jadi Pengusaha daripada Jadi Pegawai

Generasi muda di DIY dianggap sudah memiliki cara pandang berbeda dengan generasi sebelumnya

 

Solopos.com, JOGJA–Generasi muda di DIY dianggap sudah memiliki cara pandang berbeda dengan generasi sebelumnya. Dahulu orang-orang lebih banyak ingin menjadi pegawai, tapi saat ini anak muda sudah mulai emoh jadi pegawai.

“Kalau generasi saya jadi pengusaha itu pilihan terakhir, pertamanya jadi pegawai. Tapi bagi anak muda sekarang, jadi pegawai itu pilihan ketiga. Anak muda inginnya bebas. Ini peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mengarahkan mereka jadi pengusaha,” jelas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Tri Saktiyana di Kompleks Kepatihan, Selasa (13/2/2018).

Ia menyebut, keengganan generasi muda jadi pegawai terlihat dari mulai tumbuhnya profesi baru seperti pembuat aplikasi rintisan dan jual beli akun game online. Tri juga mengungkapkan, kegiatan usaha sudah mulai tumbuh, utamanya di sektor makanan dan kerajinan.

“Secara khusus kami memang tidak meneliti pertumbuhan wirausaha di DIY, tapi kalau dilihat dari peluang kerja yang tidak terlalu banyak bisa dikatakan terus tumbuh. Karena mereka terpaksa jadi pengusaha. Ini power of kepepet,” tambahnya.

Untuk menumbuhkan jumlah pengusaha, ia mengatakan harus ada penyadaran sejak dini. Setiap jenjang pendidikan mesti dibuatkan kurikulum tersendiri agar pendidikan kewirausahaan bisa tepat sasaran.

Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, Logistik, Hubungan Internasional, Promosi dan Investasi Kadin DIY Wawan Harmawan menambahkan, potensi wirausahawan di DIY cukup besar, apalagi setiap perguruan tinggi sudah memasukkan mata kuliah kewirausahaan. “Saat ini kualitasnya juga sudah beda dan lebih maju karena saat ini sudah memanfaatkan teknologi digital.”

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan SDA Setda DIY Sugeng Purwanto mengungkapkan, Pemda DIY dan seluruh pemerintahan tingkat dua dibawahnya sudah membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan Berusaha.

Menurutnya satgas ini dibentuk atas perintah Presiden Joko Widodo demi melahirkan satu juta wirausahawan baru. Ia menyebut satgas akan menyederhanakan persyaratan bagi pengusaha.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…