Sejumlah pengunjung melihat pakaian hasil karya siswa SMAN 2 Karanganyar berbahan plastik dan kertas maupun kain bekas saat pentas seni dan edufair pada Selasa (13/2/2018). (Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS) Sejumlah pengunjung melihat pakaian hasil karya siswa SMAN 2 Karanganyar berbahan plastik dan kertas maupun kain bekas saat pentas seni dan edufair pada Selasa (13/2/2018). (Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 14 Februari 2018 16:15 WIB Sri Sumi Handayani/JIBI/SOLOPOS Karanganyar Share :

Gelar Edufair, SMAN 2 Karanganyar Undang PT di Jateng-DIY

SMAN 2 Karanganyar undang sejumlah perguruan tinggi dalam edufair.

Solopos.com, KARANGANYAR—SMAN 2 Karanganyar mengundang sejumlah universitas negeri dan swasta di Jateng dan DIY menjelang penerimaan mahasiswa baru. Tujuannya untuk memfasilitasi siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Karanganyar yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi (PT).

Pantauan Solopos.com, kegiatan mengusung tema Colour of Space 2018 itu menggabungkan pentas seni dengan edufair. Kegiatan awal tahun ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa-Rabu (13-14/2/2018). (baca: PENDIDIKAN KARANGANYAR : Bantuan SMA/SMK Rp19,6 Miliar Cair Pekan Depan, Wali Murid Lega)

Edufair menampilkan sejumlah stan dari sejumlah PT negeri dan swasta di Jawa Tengah dan DIY. Selain itu, stan milik siswa untuk menampilkan hasil karya siswa, seperti busana dari bahan daur ulang maupun bekas pakai. Ada pula stan kuliner yang dikelola oleh siswa.

“Ini sebetulnya dalam rangka HUT ke-26 SMAN 2 Karanganyar. Kami undang sejumlah PT negeri dan swasta untuk membantu anak supaya punya pandangan ke depan. Ini memotivasi anak supaya mau sekolah lebih tinggi. Makanya kami undang perwakilan siswa se-Karanganyar,” tutur Kepala SMAN 2 Karanganyar, Suliyastuti, saat ditemui Solopos.com di sela-sela acara, Selasa.

Menurut Sulis, sapaan akrab Suliyastuti, edufair merupakan bagian dari inovasi.

“Supaya anak-anak bisa melanjutkan ke PT sesuai bakat dan minat. Ada kenaikan signifikan siswa yang melanjutkan ke PT pada 2016 sebanyak 20 orang menjadi 60 orang pada 2017,” ungkap dia.

Puncak acara adalah penampilan Grup Band Souljah. Alasan Sulis mengundang grup beraliran reggae adalah memberikan contoh kepada siswa.

“Mereka ini kan mahasiswa. Tidak bertato dan tidak gondrong. Supaya jadi panutan. Lagu-lagunya ada pesan moral. Baru kali ini kami mengundang band nasional,” ungkap dia.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Tarsa. Dia berharap sekolah lain menyelenggarakan kegiatan serupa. Tujuannya membekali siswa informasi tentang PT dan memberi semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Sementara itu, dua siswa SMAN 2 Karanganyar kelas XII IPS 1, Sania dan Tantri, mengaku terbantu lewat edufair. Dia berencana melanjutkan pendidikan ke salah satu PTN di Jawa Tengah.

“Kebetulan yang mau dituju datang. Ikut pameran. Tadi sudah tanya-tanya jalur pendaftaran apa saja, biaya hidup, akses, dan lain-lain. Edufair menguntungkan buat kami. Kalau di expo itu ramai dan berdesak-desakan. Kalau di sekolah sendiri kan leluasa,” ujar Tantri.

 

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…