Fachri Albar (Instagram) Fachri Albar (Instagram)
Rabu, 14 Februari 2018 17:03 WIB JIBI/Solopos/Antara Hukum Share :

Fachri Albar Pakai Narkoba Sejak 2015, Dibuntuti Sejak 3 Bulan

Fachri Albar diketahui memakai narkoba jenis ganja sejak 2015. Polisi membuntutinya sejak 3 bulan lalu.

Solopos.com, JAKARTA — Tim Satuan Tugas (Satgas) Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan membuntuti artis Fachri Albar selama tiga bulan sebelum diringkus terkait dugaan penyalahgunaan narkoba.

“Diawali laporan masyarakat melalui program aplikasi online kami sehingga tiga bulan lalu LP (laporan polisi) masuk hampir tiga bulan rekan-rekan [polisi] buntuti dan profiling tersangka [Fachri],” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Mardiaz K Dwihananto di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Seusai membuntuti Fachri, Mardiaz mengatakan petugas menangkap putra penyanyi legendaris Ahmad Albar itu di Perumahan Beverly Hills Cireundeu Jakarta Selatan pada Rabu sekitar pukul 07.00 WIB.

Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti satu plastik klip sabu-sabu, tiga belas pil Dumolid, alat hisap sabu, dan cangklong di kamar Fachri.

Mardiaz mengungkapkan hasil pemeriksaan sementara Fachri mengkonsumsi narkoba jenis ganja mulai 2015 dan sabu-sabu sejak setahun terakhir. “Keterangan dia [Fachri] juga mengonsumsi Dumolid untuk menenangkan diri dan dia dalam proses rehabilitasi dari dokter,” ucap Mardiaz.

Saat penggerebekan, polisi disaksikan tiga petugas keamanan dan Fachri mengakui sabu-sabu yang ditemukan merupakan miliknya. Mardiaz menuturkan Fachri mengaku lupa penjual sabu-sabu itu karena sudah dibeli sejak beberapa bulan silam.

Hasil tes urine Fachri juga menunjukkan positif mengandung amphetamin dan metapetamin sehingga polisi menduga terkait dengan barang bukti yang ditemukan. Mardiaz menyatakan polisi akan mendalami pengakuan Fachri yang sedang menjalani proses rehabilitasi dokter.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…