garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Rabu, 14 Februari 2018 21:29 WIB Sarma Haratua Siregar/JIBI/BIsnis Hukum Share :

Diduga Disuap Penumpang, 2 Petugas Ditpam BP Batam Terciduk Polisi

Dua petugas Ditpam BP Batam terciduk polisi setelah diduga menerima suap dari seorang penumpang.

Solopos.com, BATAM — Dua personel Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar oleh Unit Tipikor Reserse Kriminal Polresta Barelang.

Petugas Ditpam berinisial HE dan YA ini terjaring OTT pada Rabu (14/2/2018) pukul 10.15 WIB saat hendak meloloskan barang milik penumpang di gerbang X Ray lantai 2 Pelabuhan Domestik Sekupang. “Kami sudah dikabari Polresta Barelang terkait OTT tersebut,” ujar Direktur Pengamanan BP Batam Brigjen Pol Suherman.

Diketahui HE dan AY dibawa diciduk polisi bersama penumpang yang ditolongnya sesaat setelah memasukkan barang milik penumpang itu. Saat ini, mereka diamankan di Mapolresta Barelang. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai modus yang dilakukan.

Dirpam BP Batam menegaskan pihaknya tak akan mengintervensi proses hukum yang menjerat anggotanya. Dia juga mendukung penyelidikan lanjutan tentang keterlibatan anggota Ditpam dalam kasus tersebut.

“Silakan diselidiki sampai sejauh mana keterlibatan anggota Ditpam, demi pembersihan BP Batam. Kami tak akan melindungi anggota yang bersalah,” tegasnya.

Suherman belum bisa memberikan keterangan lebih mendalam terkait tercidknya dua anggotanya tersebut. Dia mengaku belum menerima pemberitahuan lebih lanjut terkait perkembangan kasus dari Polresta Barelang.

Jika terbukti bersalah, ada konsekuensi yang menanti kedua anggota Ditpam tersebut. Konsekuensinya tergantung sanksi hukum yang diterima. Paling rendah mendapat peringatan, hingga paling berat dicopot dari jabatan. “Kita mengacu kepda UU ASN,” katanya.

Sebenarnya keberadaan petugas Ditpam di pelabuhan hanya untuk menjaga aset milik BP Batam. Tanggungjawab menjaga mesin X-Ray ada di tangan Bea dan Cukai. Namun anggota Ditpam kerap ditugaskan untuk membantu kerja Bea Cukai, termasuk menjaga mesin X-Ray.

“Kami hanya sekedar membantu. Itu sebenarnya tanggung jawab Bea Cukai,” jelasnya.

Tampaknya Suherman cukup kaget dengan kejadian tersebut. Beberapa hari silam dia sempat berkunjung ke Pelabuhan Domestik Sekupang untuk megnecek kinerja anggotanya. Dalam kesempatan itu dia sempat mengingatkan agar petugas bekerja sesuai dengan prosedur kerja yang berlaku.

“Saya cek satu-satu ke lapangan. Setiap minggu ada analisa dan evaluasi. Saya juga Pembinaan berkelanjutan juga dilakukan. Anggota yang tak disiplin selalu mendapat sanksi disiplin seperti dimutasi,” ungkapnya.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…