Bupati Sleman, Sri Purnomo menandatangani prasasti pembangunan rumah tidak layak hunu (RTLH) di Balai Desa Caturharjo, Sleman, Rabu (14/2/2018). (JIBI/Irwan A. Syambudi) Bupati Sleman, Sri Purnomo menandatangani prasasti pembangunan rumah tidak layak hunu (RTLH) di Balai Desa Caturharjo, Sleman, Rabu (14/2/2018). (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Rabu, 14 Februari 2018 17:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Bupati Sleman Jaring Perusahaan untuk Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Bupati Sleman berupaya untuk menjadikan rumah warga di seluruh Sleman menjadi layak huni

Solopos.com, SLEMAN—Bupati Sleman berupaya untuk menjadikan rumah warga di seluruh Sleman menjadi layak huni. Tidak hanya dengan anggaran daerah, pihaknya juga bakal menjaring Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH).

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan setelah adanya CSR dari PT Bank BPD DIY untuk pembangunan sejumlah RTLH, kini pihaknya akan mencoba menggandeng lebih banyak lagi perusahaan. “Kami akan menggandeng beberapa CSR, karena di Sleman itu kan banyak pengusaha dan punya perusahaan,” kata dia saat menghadiri penandatanganan prasasti pembangunan RTLH di Balai Desa Caturharjo, Sleman, Rabu (14/2/2018).

Untuk itu kini pihaknya akan terlebih dahulu menjalin komunikasi dengan sejumlah pengusaha atau perusahaan. Sehingga harapannya CSR dapat semakin terarah dan berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan. Pasalnya menurut dia saat ini masih terdapat sekitar 4.000 RTLH yang masih perlu dibangun.

“RTLH tersebar di semua kecamatan. Ada sekitar 4.000 [RTLH] yang berada di 17 kecamatan. Tidak ada kecamatan yang paling banyak [RTLH], semua rata-rata,” ujarnya.

Sri menargetkan sepanjang periode kepemimpinanya seluruh RTLH akan diusahakan untuk dapat dibangun. Setelah pada 2017 lalu terdapat sekitar 1.700 RTLH yang dibangun, dia berharap pada tahun ini akan lebih banyak lagi RTLH yang dapat dibangun.

Sementara itu Direktur Utama PT Bank BPD DIY, Bambang Setiawan mengatakan melalui CSR PT Bank BPD DIY pihkanya memberikan dana bantuan sebesar Rp1 miliar. Dana tersebut di antaranya digunakan untuk pembangunan RTLH yang terdiri dari 153 kepala keluarga (KK) miskin di Desa Caturharjo.

Total di seluruh kabupaten Sleman terdapat 75 unit RTLH yang telah dibangun dengan dana Rp570 juta; pembangunan 84 jembatan dengan nilai Rp232 juta, serta pemasangan instalasi listrik sebanyak 99 unit senilai Rp198 juta.

Menurut Bambang partisipasi dalam pengentasan kemiskinan bersama Pemkab Sleman merupakan suatu kebanggan dan perwujudan rasa syukur. Dan dia berharap sejumlah program pembangunan yang telah dilakukan melalui CSR mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Program pengentasan kemiskinan sudah menjadi komitmen kita bersama. Bank BPD DIY menjalankan fungsi agen pembangunan dengan menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…