Ilustrasi polisi (JIBI/Harian Jogja/Antara) Ilustrasi polisi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Rabu, 14 Februari 2018 15:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Belum Perlu Penembak Jitu untuk Amankan Gereja dan Klenteng

Pengamanan akan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingikan

Solopos.com, SLEMAN-Kepolisian Daerah (Polda) DIY bakal mengerahkan sejumlah personel untuk pengamanan gereja dan klenteng. Hal itu dilakukan pada saat acara hari besar keagamaan selama beberapa hari ke depan.

Kepala Bidang Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto mengatakan, pengamanan akan dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diingikan seperti penyerangan di Gereja St Lidwina Bedog, Gamping, Selaman, Minggu (11/2/2018). “Berkaitan dengan pengamanan kegiatan Rabu Abu dan misa akan kami lakukan pengamanan di lokasi dan sekitarnya dengan kekuatan yang mencukupi,” kata dia Selasa (13/2/2018).

Untuk jumlah personel yang disiagakan, pihaknya akan melihat masing-masing lokasi. Dengan kekuatan personel yang mencukupi artinya setiap ada ancaman segera dapat diselesaikan sehingga setiap lokasi tentunya mendapatkan perlakuan berbeda.

Sementara itu, terkait dengan penyiagaan personel penembak jitu, pihaknya menilai hal itu belum perlu dilakukan. “Saya rasa untuk situasi DIY saat ini belum ada indikasi untuk melakukan seperti itu [penyiagaan penembak jitu],” kata Yuliyanto.

Lanjutnya lagi, selain pengamanan gereja, pengamanan klenteng juga akan dilakukan. “Semua kegiatan beribadah yang memerlukan kehadiran polisi dan berpotensi adanya gangguan keamanan dan ketertiban, maka polisi akan berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…