Tiga ibu-ibu asyik ngobrol sembari menunggu kereta melintas (Instagram) Tiga ibu-ibu asyik ngobrol sembari menunggu kereta melintas. (Istimewa/Instagram)
Selasa, 13 Februari 2018 15:45 WIB Muhammad Rizal Fikri/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

Viral, Emak-Emak Sibuk Ngerumpi Sambil Tunggu Kereta Melintas

Foto-foto tiba ibu-ibu menunggu kereta melintas viral di media sosial.

Solopos.com, JAKARTA – Foto aksi emak-emak saat menunggu kereta api melintas mengundang gejolak komentar warganet. Ada yang menganggap emak-emak tersebut sedang bergosip sembari menunggu kereta melintas.

Foto unik tersebut diunggah di akun Instagram @jktinfo melalui kiriman pengguna akun @ichansabeni. Dalam foto tampak tiga ibu-ibu, menunggu kereta melintas. Mereka tak berhenti sebelum palang pintu, namun setelah palang pintu. Meski telah melakukan tindakan berisiko, ketiga ibu-ibu tersebut tidak tampak dalam posisi siaga mengamati kereta melintas. Pose mereka malah seperti orang yang berbincang-bincang santai.

“Pengendara motor asyik ‘bergosip’ di tengah perlintasan kereta. Kira-kira yang digosipin apa ya?” tulis @jktinfo. Dilansir Liputan6.com, Senin (12/2/2018), foto tersebut dipercaya diambil di salah satu palang pintu perlintasan kereta di Kawasan Grogol, Jakarta Barat.

Aksi ibu-ibu “bergosip” di depan palang pintu kereta api itu tak ayal mengundang komentar kocak warganet. Ada yang menduga ada masalah krusial yang harus didiskusikan saat itu juga dan ada pula yang membuat percakapan imajinatif untuk ketiga ibu-ibu tersebut.

“Husnuzan dong Min. Kali aja ada agenda krusial yang harus dibahas saat itu juga,” tulis @rizqifajruni.

“Ini yang ngunggah foto apa ga takut dikutuk sama emak-emak itu?” canda @masdinare.

“Ini keretanya yang bakal banting setir pasti,” tulis @poy.poys.

“Ini paling ngegosipin siapa yang kira-kira bakal kena samber kereta duluan,” tulis @ruliansyahangga.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…