Ilustasi pendidikan (JIBI/Dok) Ilustasi pendidikan (JIBI/Dok)
Selasa, 13 Februari 2018 14:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Pendidikan Share :

Sungai dan Gunung Jadi Kekurangan Zonasi Jarak Udara

Setiap calon pendaftar tidak hanya memiliki satu zonasi saja

Solopos.com, JOGJA-Salah satu kekurangan jarak udara adalah jika terdapat sungai dan gunung di suatu willayah yang berdekatan dengan sekolah.

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji mengungkapkan, kondisi itu akan ditemukan di Gunungkidul dan Kulonprogo, namun sistem ini tetap bisa diterapkan di dua kabupaten tersebut. Pasalnya, setiap calon pendaftar tidak hanya memiliki satu zonasi saja.

Ia menyebutkan, jika di satu zona, terhalang oleh sungai atau gunung bisa mengambil sekolah lain yang tidak terhalang sungai atau gunung. Pasalnya, untuk jenjang SMA menggunakan zonasi provinsi dengan sistem jarak antara tempat tinggal atau sekolah meskipun berbeda dengankabupaten/kota. “Yang membedakan kalau luar provinsi, nanti akan kami buat sebagai zona terakhir,” ujarnya, Minggu (11/2/2018).

Baca juga : Zonasi Jarak Udara Masih Disimulasikan

Beberapa alternatif penentuan zona bisa dilakukan dengan jarak lima kilometer masuk di zona satu, sepuluh kilometer zona dua dan lebih dari sepuluh kilometer dalam DIY zona tiga dan di luar DIY masuk ke dalam zona empat.

Tetapi perlu ditentukan titiknya penentuan jaraknya, dari sekolah ke kantor kelurahan atau dari sekolah ke wilayah terluar. Saat ini yang perlu diperhatikan adalah, bahwa semua tempat harus menjadi zona satu dari suatu SMA sehingga tidak boleh ada warga yang tidak menjadi zona satu dari sekolah manapun karena menjadi tidak fair. Sehingga zona di Gunungkidul dapat lebih luas dibandingkan Jogja.

“Nanti yang muncul misal SMA A itu zona satunya desa mana saja. Misal zona satu kita tentukan lima kilometer, nah yang tinggal lima kilometer itu punya persaingan yangs sama walaupun yang satu berdekatan tetapi yang satunya lagi jarak dua kilometer. Makanya ini masih kita simulasikan,” tegas dia.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…