Ilustrasi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (JIBI/Solopos/Antara/Zabur Karuru) Ilustrasi personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (JIBI/Solopos/Antara/Zabur Karuru)
Selasa, 13 Februari 2018 09:05 WIB Peni Widarti/JIBI/Bisnis Madiun Share :

Satpol PP Surabaya Bentuk 13 Tim, Ada Wiro Sableng dan Judge Bao

Satpol PP Surabaya membentuk 13 tim berjuluk unik.

Solopos.com, SURABAYA — Sebanyak 13 tim yang beranggotakan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya dibentuk untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Ketiga belas tim itu mendapat julukan unik sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Wadyanto mengatakan pemberian nama unik di setiap tim tersebut agar lebih mudah diingat serta untuk menghilangkan kesan arogan bagi masyarakat.

“Meski unik, mereka tetap menjalankan penegakan perda dengan tegas,” katanya dalam siaran pers yang diterima Bisnis/JIBI, Senin (12/2/2018).

Adapun 13 tim tersebut diberi nama tim Kungfu Panda (patroli menertibkan reklame ilegal), tim Kombros (kompor ngebros- membantu petugas pemadam kebakaran), tim Judge Bao (eksekutor penindakan penertiban bangunan liar dan PKL), tim Kaypang (menjaring gelandangan dan pengemis), tim Segway (anggota perempuan yang menangani pengamanan ibu-ibu dan anak-anak serta pedestrian).

Selain itu ada tim Undur-Undur (mensterilkan jalur pedestrian dari PKL dengan menggunakan sepatu roda), tim Rembug (menjelasan dan sosialisasi perda), tim Becak Air (patroli dan pengamanan di sepanjang sungai dan daerah pesisir), tim Pikachu (tim huru-hara), tim Asuhan Rembulan (menjaga kondusivitas kota dan berpatroli mulai pukul 20.00 hingga pagi).

Selanjutnya, ada tim Odong-Odong (berpatroli keliling kota menggunakan motor trail), tim Pinky Trail (semua anggota perempuan menggunakan trail warna pink), dan yang terbaru tim Wiro Sableng untuk menjaga markas komando dan siap diterjunkan dalam menghadapi segala jenis situasi.

“Diberi nama Wiro Sableng karena tim ini dibentuk pada tanggal 2 Bulan 12 atau Desember, dan ini sama persis dengan tatonya 212 di dada Wiro Sableng,” jelas Irvan.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…