Umat Tri Dharma menyucikan rupang di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Madiun, Jawa Timur, Minggu (11/2/2018). Penyucian rupang merupakan bagian dari persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 16 Februari 2018. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo) Umat Tri Dharma menyucikan rupang di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong Madiun, Jawa Timur, Minggu (11/2/2018). Penyucian rupang merupakan bagian dari persiapan menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 16 Februari 2018. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Selasa, 13 Februari 2018 07:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Sambut Tahun Baru Imlek, Warga Tionghoa Bersih-Bersih Klenteng Madiun

Warga Tionghoa membersihkan Klenteng Madiun untuk menyambut Tahun Baru Imlek.

Solopos.com, MADIUN — Menyambut Tahun Baru Imlek 2569/2018 yang jatuh tanggal 16 Februari 2018, warga Tionghoa di Kota Madiun membersihkan seluruh patung dewa dan dewi yang ada di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hwie Ing Kiong atau Klenteng Madiun.

Pelaksana Humas TITD Hwie Ing Kiong Madiun, Lianawati, di Madiun, Senin 912/2/2018), mengatakan pembersihan patung dewa dan dewi tersebut dilakukan setiap tahun menjelang tahun baru Imlek. Pembersihan patung tersebut dilakukan dengan hati-hati.

“Seluruh patung dan altar atau tempat para dewa-dewi dibersihkan. Memandikan patung merupakan kegiatan menjelang Imlek yang tujuannya sebagai bentuk penghormatan kepada dewa,” ujar Lianawati.

Diperkirakan akan ada ribuan umat Tionghoa yang merayakan Imlek di Klenteng Madiun. Sebab, saat perayaan Imlek umat Tionghoa juga memiliki tradisi berkumpul dengan keluarga.

Saat Imlek warga Tionghoa bersembahyang untuk pribadi, keluarga, leluhur, dan bahkan untuk kemakuran Bangsa Indonesia. Mereka berharap dan memohon berkah serta kebaikan di sepanjang tahun baru ini dan untuk tahun-tahun yang akan datang.

Lianawati menambahkan pembersihan patung dewa tersebut wajib dilaksanakan saat menjelang pelaksanaan perayaan Imlek. Warga Tionghoa bisanya bergotong royong saat membersihkan dan memandikan lebih dari 100 patung dewa tersebut.

Tidak hanya patung dewa yang dibersihkan, namun juga seluruh ruang di klenteng. Mereka membersihkan altar dan menghiasnya dengan puluhan lampion dan lilin.

Ia menjelaskan pembersihan pantung dewa-dewi dan semua ruangan di klenteng tersebut juga bertujuan agar sembahyang yang dilakukan warga Tionghoa saat perayaan Imlek nanti berjalan lancar.

 

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…