Kondisi korban tertabrak kereta saat ditemukan warga, Selasa (13/2/2018). (Foto Istimewa) Kondisi korban tertabrak kereta saat ditemukan warga, Selasa (13/2/2018). (Foto Istimewa)
Selasa, 13 Februari 2018 20:40 WIB Beny Prasetya/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Pria Pacitan Tewas Tersambar Kereta Argo Dwipangga

Awalnya saat ditemukan warga, korban masih bernyawa.

Solopos.com, KULONPROGO— Warga Pacitan, Jawa Timur, Suwarto, 53, tewas tertabrak Kereta Argo Dwipangga, melintasi rel di bawah jembatan layang (flyover) Ngelo, di Dusun Dlaban, Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, Kulonprogo, pada Selasa (13/2/2018).

Korban tertabrak kereta Argo Dwipangga jurusan Gambir- Solo Balapan dengan nomor lokomotif 2061366 pada pukul 15.45. Kereta saat itu bergerak dari barat ke timur.

Korban diketahui luka di bagian kepala setelah disambar kereta jarak jauh itu. Awalnya, korban masih hidup saat dilarikan ke RSUD Wates. Kendati telah mendapatkan penanganan medis, Suwarto akhirnya mengembuskan nafas terakhir pada pukul 17.35 WIB.

Seorang saksi, Rudiyana yang juga satpam Stasiun Sentolo mengungkapkan dirinya mendapatkan laporan dari warga bernama Prayudi yang berada di lokasi kejadian. “Kondisi korban tengkurap dengan luka di kepala dan tangan, tepat di bawah rel,” jelas Rudiyana, Selasa.

Rudiyana kemudian melapor ke polisi terkait penemuan orang terbabrak kereta itu. “Saya yang melaporkan dan korban masih hidup,” katanya.

Kepala Kepolisian Sektor Sentolo, AKBP Sudaryoto mengungkapkan petugas masih mendalami terkait kematian korban. “Saat dibawa kondisi korban masih hidup, luka berada di bagian kepala dan tangan sebelah kanan,” katanya.

Saat ini kepolisian tengah berusaha mencari kabar terkait keberadaan keluarga korban. Hal itu juga membentu polisi mencari tambahan informasi terkait adanya motif bunuh diri atau murni kecelakaan yang membuat korban tewas. “Karena masih dalam pendalaman jadi kami sedang berusaha menghubungi keluarga korban,” katanya.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…