Anggota Komisi I DPRD Kota Madiun melakukan rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan setempat terkait kasus pengadaan aplikasi e-rapor di gedung dewan. Rapat berlangsung tertutup, Jumat (26/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com) Anggota Komisi I DPRD Kota Madiun melakukan rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan setempat terkait kasus pengadaan aplikasi e-rapor di gedung dewan. Rapat berlangsung tertutup, Jumat (26/1/2018). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Selasa, 13 Februari 2018 11:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

Polisi Periksa Mantan Kadindik Kota Madiun Soal Kasus E-Rapor

Kasus e-rapor terus didalami pihak kepolisian.

Solopos.com, MADIUN — Kasus pengadaan aplikasi e-rapor yang diadukan PT Sky Tech Asia (PT STA) terus didalami Satreskrim Polres Madiun Kota.

Polisi telah memeriksa mantan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun, Gandhi Hatmoko, sebagai pejabat yang menyelenggarakan program tersebut.

Kasatreskrim Polres Madiun Kota, AKP Logos Bintoro, mengatakan penyelidikan aduan PT STA terhadap 55 kepala sekolah SDN di Kota Madiun masih terus dilanjutkan. Hingga kini petugas telah memeriksa 14 orang yang diduga terlibat dalam proyek aplikasi ini.

Dia menyampaikan 14 orang yang telah diperiksa antara lain enam kepala sekolah SD negeri, empat operator, dan empat pejabat Dinas Pendidikan. (baca: DPRD Kota Madiun Ungkap Ada Oknum Bermain dalam Pengadaan E-Rapor)

Empat operator yang telah diperiksa merupakan operator sekolah yang telah mengikuti pelatihan yang diberikan PT STA. Sedangkan pejabat Dindik yang diperiksa mulai sekretaris dinas, kepala bidang, hingga mantan kepala dinas pendidikan.

“Sudah ada 14 orang yang diperiksa. Mantan kepala Dindik [Gandhi Hatmoko] juga telah diperiksa Senin pekan lalu,” jelas Logos saat ditemui di Mapolres Madiun Kota, Senin (12/2/2018).

Mengenai materi pemeriksaan, Logos enggan membeberkan kepada wartawan. Yang jelas sebentar lagi, pihaknya akan melakukan gelar perkara kasus ini. Selain itu juga melihat apakah kasus ini bisa naik penyidikan apa tidak. (baca pula: Sekda Kota Madiun Pastikan Tak Ada Kerugian Negara dalam Kasus E-Rapor)

Seperti diketahui, PT STA melaporkan 55 kepala sekolah SDN di Kota Madiun ke Mapolres Madiun Kota. Pelaporan ini karena kepala sekolah tersebut tidak membayar aplikasi e-rapor yang telah dipasang di sekolah mereka.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…