Ketua DPD PDIP Jateng 2015-2020, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. (Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com) Ketua DPD PDIP Jateng 2015-2020, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. (Insetyonoto/JIBI/Semarangpos.com)
Selasa, 13 Februari 2018 16:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

PILKADA 2018
KPU Resmi Tetapkan Peserta Pilgub Jateng, Ganjar-Yasin Bentuk Tim Kampanye

Pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 dipatikan parpol-parpol pengusung Ganjar-Yasin dengan soliditas.

Solopos.com, SEMARANG —  KPU telah menetapkan pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin serta Sudirman Said dan Ida Fauziyah sebagai peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Partai-partai politik pengusung pasangan calon gubernur Ganjar Pranowo dan calon wakil gubernur Taj Yasin pun menjalin soliditas dengan membentuk tim kampanye.

[Baca juga Pilgub Jateng Dipastikan KPU Diikuti 2 Pasang Peserta]

Upaya parpol-parpol memenangkan pasangan gubernur incumbent atau petahana dan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut itu diungkapkan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah Bambang Wuryanto di Kota Semarang, Jateng, Senin (12/2/2018). “Kami telah melakukan konsolidasi dan masing-masing parpol pengusung siap menggerakkan mesin politiknya,” katanya.

Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini menurut Kantor Berita Antara menyatakan bahwa partainya bersama Partai Persatuan Pembangunan, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Demokrat, beserta Partai Golkar sudah membentuk tim kampanye. Kelima partai politik itu juga bersepakat membuat posko pemenangan.

Rapat koordinasi parpol pengusung dan pendukung pasangan calon gubernur Ganjar-Yasin itu, menurutnya dilaksnakan di Kantor DPD PDIP Jateng, Minggu (11/2/2018), dengan dihadiri Ketua Fraksi PDIP DPR Utut Adianto serta politikus PPP Arwani Thomafi. Disepakati dalam kesempatan itu, ketua Tim Kampanye Ganjar-Yasin dijabat oleh Bambang Haryanto Baharudin yang juga wakil ketua DPD PDIP Jateng, sekretaris dijabat Abdul Syukur (PPP), dan Bendahara Agustina Wilujeng (PDIP). Sedangkan ketua parpol masing-masing menjabat sebagai dewan pengarah.

Berdasarkan penelusuran Semarangpos.com, di laman resmi KPU Jateng, jateng.kpu.go.id, tim kampanye itu berbeda dengan tim pemenangan yang disertakan pasangan Ganjar-Yasin sebagai syarat pendaftaran mereka sebagai peserta pilkada atau Pilgub Jateng 2018. Tim pemenangan juga multiparpol, namun diketuai Bambang Wuryanto dengan sekretaris Bambang Kusriyanto, dan bendahara Agustina Wilujeng. Nama Wagub Jateng Heru Sudjatmoko juga tercantum dalam tim pemenangan tersebut sebagai tim ahli dan media kampanye. Bambang Haryanto B. tercantum membidangi debat calon, sedangkan Abdul Syukur adalah sekretaris I dalam tim pemenangan Ganjar-Yasin. Nama lain yang cukup dikenal publik, seperti bos PSIS Semarang A.S. Sukawijaya ditempatkan sebagai sekretaris III.

Bambang Pacul mengaku belum menyiapkan strategi kampanye secara khusus karena masih melihat pergerakan lawan politik. “Kampanye kan tidak bisa gerak di ruang kosong, gerakan lawan akan berpengaruh ke gerakan kita, begitu juga sebaliknya. Yang terpenting kami sudah konsolidasi masing-masing pasukan,” ujarnya.

Ketua DPW PPP Jateng Masruhan Samsurie mengatakan, dalam rapat tersebut disepakati pihaknya akan memakai kampanye yang menyenangkan masyarakat. “Kami sepakat menghindari hal-hal yang sifatnya ‘black campaign’ karena bisa jadi bumerang dan merugikan partai,” kata pria yang juga menduduki kursi Ketua Komisi A DPRD Jateng tersebut.

PPP, kata dia, akan menggerakkan struktur partai hingga tingkat dusun dengan target mengamankan 1,4 juta suara hasil Pileg 2014. “Selain itu, ada jalur santri yang punya hubungan baik dengan pondok pesantren dan mereka sudah bergerak aktif, berkunjung ke pesantren, dan kiai,” ujarnya.

PPP juga akan melakukan pendekatan ke kalangan nahdiyin sebab dari hasil kajian, ada minat yang tinggi dari warga Nahdlatul Ulama terhadap figur cawagub Taj Yasin yang mewakili pesantren. “Jumlah nahdiyin di Jateng sebanyak tujuh hingga delapan juta warga, tentu ini potensial,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…