ODGJ Joko Trianto menolak saat akan dievakuasi petugas, Jumat (9/6/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja) ODGJ Joko Trianto menolak saat akan dievakuasi petugas, Jumat (9/6/2017). (Rheisnayu Cyntara/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 13 Februari 2018 00:20 WIB Herlambang Jati Kusumo/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Penderita Gangguan Jiwa di Gunungkidul akan Diberi Pelatihan Usaha

Puskesmas Wonosari 1 upayakan pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa

Solopos.com, GUNUNGKIDUL–Puskesmas Wonosari 1 upayakan pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa. Diharapkan dengan pendampingan tersebut penderita gangguan jiwa dapat ditekan.

Kepala Puskesmas Wonosari 1, Ariningsih Indriyanti mengatakan gangguan jiwa salah satu hal yang diperhatikan saat ini di Gunungkidul.

“Kami punya tim untuk pendampingan gangguan jiwa, agar mereka dapat sembuh, dan nantinya mereka diberi pelatihan salah satunya menjahit. Agar kedepannya orang tersebut mandiri,” ujarnya Minggu (11/1/2018).

Dia mengatakan upaya tersebut juga untuk menekan angka bunuh diri di Gunungkidul, karena menurutnya orang yang bunuh diri dengan permasalahan ekonomi, atau penyakit, penyebab awalnya stres atau gangguan jiwa.

Selain itu, masalah penyakit menular juga menjadi perhatian Puskesmas, selain juga penyakit-penyakit yang lain. Dia mengharapkan agar Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) terus digencarkan.

Kepala Puskesmas Nglipar 1, Diah Prasetyorini, juga mengatakan juga mengatakan gangguan jiwa juga jadi perhatian. “Program pengembangan kita lebih ke arah jiwa. Untuk mencegah atau mengurangi bunuh diri, maupun pasung,” ujarnya.

Dia mengatakan kegiatan sosialisasi, penyuluhan juga terus digencarkan untuk mengurangi angka gangguan jiwa. Selain itu juga berbagai penyakit lain juga menjadi perhatian.

Salah satu yaitu DBD, walaupun dapat dikatakan menjadi penyakit musiman, namun menurutnya peran serta masyarakat saat ini sangat diperlukan untuk mencegah penyakit itu.

“Germas juga, Aktivitas fisik 30 menit setiap hari, makan buah dan sayur, memeriksakan kesehatan secara rutin, tidak merokok, tidak minum alkohol, menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan jamban,” ujarnya.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…