Ilustrasi belanja online (Parshreald.com) Ilustrasi belanja online (Parshreald.com)
Selasa, 13 Februari 2018 08:00 WIB Ekonomi Share :

Pakar IT Prediksikan Tren Marketplace Tinggal 10 Tahun Lagi

Tren marketplace tak lama lagi akan surut.

Solopos.com, JAKARTA –Tren marketplace diprediksi tak lebih dari satu dekade alias 10 tahun lalu. Pakar Informasi Teknologi (IT) Ludo Lustrous mempprediksi tren marketplace bakal surut 10 tahun mendatang.

Ludo yang juga Direktur Utama perusahaan layanan IT PT Karl Wig dalam acara Pelatihan Vocational Berbasis E-Commerce di Bogor beberapa waktu lalu, mengatakan, masa kejayaan marketplace hanya akan berumur tidak kurang dari 10 tahun ke depan.

“Satu dekade lagi akan berkembang sesuatu yang lebih besar dari sekadar marketplace, karena dampak inovasi mesin pencari yang semakin luas dan signifikan,” kata Praktisi IT dari Lamikro itu sebagaimana dikutip dari Okezone.

Menurut dia, mesin pencari cenderung akan menjadi “penguasa” di dunia maya karena mesin pencari itulah yang memiliki potensi untuk lebih banyak digunakan ketimbang marketplace ke depan.

Terlebih kini, perusahaan raksasa mesin pencari misalnya Google juga hampir pasti sedang terus mengembangkan inovasi-inovasinya. “Kemungkinan akan ada main broker di atas marketplace yang transaksinya melibatkan bisnis besar ke bisnis besar,” katanya.

Oleh karena itu, Ludo menyarankan untuk para pebisnis atau start up sebaiknya mulai dari saat ini sudah mengembangkan website mandiri untuk bisnisnya dan tidak sekadar mengandalkan pemasaran melalui marketplace.

Ia mengatakan, ke depan konsumen akan lebih mudah teryakinkan oleh bisnis yang telah memiliki website atau online shop sendiri.”Kalau sebuah usaha sudah punya website sendiri akan lebih dipercaya pelanggan dan dianggap benar-benar serius mengembangkan platform online-nya. Kalau sudah dipercaya oleh pelanggan pasti akan lebih mudah untuk berkembang,” katanya.

Ia menekankan perlunya bagi start up untuk juga memiliki company profile, rencana bisnis, perencanaan keuangan, dan sumber daya manusia yang baik.

Ludo mencatat berdasarkan data IlmuOneData (2017) e-commerce atau marketplace terbaik 2017 di Indonesia yakni Lazada Indonesia, MatahariMall, Blibli, Zalora Indonesia, JD Indonesia, Tokopedia, Elevenia, Shopee, Bukalapak, dan Qoo10.

Untuk menang dalam persaingan pasar di marketplace tersebut, Ludo menyarankan start up atau pebisnis pemula untuk selalu menggunakan testimoni atau endorsement untuk produknya, menggunakan hastag atau tanda pagar, dan menggunakan Search Engine Optimization (SEO).

Sementara Asisten Deputi Peran Serta Masyarakat Kementerian Koperasi dan UKM Haryanto mengatakan pihaknya menyambut baik upaya peningkatan dan pembekalan startup agar bisnisnya semakin berkembang terlebih melalui e-commerce.

Ia pun mendorong calon wirausaha untuk memulai usaha mereka dari peluang-peluang yang ada dalam kehidupan sehari-hari.”Bisnis itu biasanya dimulai dari hobi bisa dari kuliner, salon, butik, apapun bisa. Sesuaikan dengan hobi baru kemudian susun rencana bisnisnya,” katanya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…