JIBI/Harian Jogja/Istimewa Logo UGM
Selasa, 13 Februari 2018 12:40 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Karya Mahasiswa UGM Masuk Nominasi WSIS yang Digelar PBB

Karya yang masuk nominasi antara lain di bidang media dan aplikasi untuk keperluan kesehatan.

Solopos.com, SLEMAN–Tiga tim mahasiswa UGM lolos dalam nominasi anugerah World Summit on The Information Society (WSIS) 2018 yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketiganya adalah Center for Digital Society (CfDS) Fisipol, media berita Tambo dan platform kesehatan berbasis artificial intelligent bernama MedUp.

Founder MedUp Arief Faqihudin menjelaskan, pihaknya ingin menampilkan layanan kesehatan secara online bagi masyarakat. Sehingga memudahkan untuk mendapatkan informasi seputar dokter, rumah sakit hingga fasilitas kesehatan.

Meski dari Fakultas Teknik, namun ia memiliki ketertarikan untuk menggeluti bidang kesehatan karena sebelumnya pernah mengembangkan bentuk layanan serupa berupa koas. Karena ia menyadari banyaknya persoalan di bidang kesehatan karena ketersediaan informasi yang kurang. “Melalui MedUp kami ingin memberikan layanan informasi integrasi antara dokter, rumah sakit dan layanan kesehatan. Kami berawal dari sistem informasi dulu karena itu yang paling fundamental,” terangnya dalam konferensi pers di Ruang Direktorat Humas UGM, Senin (12/2/2018).

Ia mengembangkan itu dengan teknologi kecerdasan buatan karena bisa mendeteksi kondisi pasien untuk mendapatkam dokter, rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang sesuai.

Para pengguna bisa membuka medup.id di fitur tersebut ada nomor ponsel dokter sehingga dapat dihubungi secara langsung di suatu rumah sakit. Ia akan terus mengembangkan aplikasi itu agar ke depan bisa membuatnya seperti layanan aplikasi yang dapat menunjukkan secara langsung informasi dokter dan fasilitas. “Itu di-klik sekarang langsung bisa menghubungi dokter. Sementara kami masih bermitra dengan rumah sakit sehingga belum benar-benar ada yang mendaftar melalui aplikasi ini,” tegasnya.

MedUp masul dalam kategori ICT App: e-health dan harus bersaing dengan 40 inisiatif, dua diantaranya berasal dari Indonesia. “Saat ini telah mencakup 1.500 dokter serta 79 fasilitas kesehatan di lima kabupaten kota di DIY,” ungkap dia.

Salah satu pendiri Tambo, Kuncoro menambahkan, Tambo hadir sebagai penyejuk dengan konten yang unik dan lucu, ke depan akan terbuka untuk umum. Sehingga masyarakat umum dapat mengirimkan artikel untuk dipublikasikan. “Media ini dibentuk pada 2017 melalui pendampingan Gama Multi ini dikelola 15 mahasiswa dan alumni beberapa waktu lalu di UGM, tambo.co.id. Pada 2017 Tambo masuk dalam 200 start up inovatif dari Kemenristekdikti,” ungkap dia.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…