Rumah Sumaryo yang berada di Dusun Mengger Malang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Senin (12/2/2018). Rumah yang ia huni terdampak longsor talut setinggi sekitar 15 meter. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Rumah Sumaryo yang berada di Dusun Mengger Malang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Senin (12/2/2018). Rumah yang ia huni terdampak longsor talut setinggi sekitar 15 meter. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Selasa, 13 Februari 2018 15:20 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Jalur Wisata Samigaluh Kena Longsor, Warga Putar Arah 5 Km

Wisatawan dan warga kesulitan akses jalan

Solopos.com, KULONPROGO-Jalur menuju lokasi wisata di Kecamatan Samigaluh tertutup tanah longsor. Akibatnya, pengguna jalan harus memutar jalur sejauh lima hingga enam kilometer (km) menuju objek wisata Puncak Suroloyo dan Curug Sidoharjo.

Akses jalur tersebut antara lain berada di Dusun Nyemani, Desa Sidoharjo dan Dusun Puyang, Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh. Kedua jalur ini, merupakan jalur menuju Puncak Suroloyo dan sejumlah air terjun misalnya Air Terjun Sidoharjo.

Salah seorang warga, Paini mengatakan, longsor yang terjadi di wilayahnya membuat wisatawan perlu memutar jauh. Bukan hanya wisatawan yang disulitkan dengan akses jalan tertutup longsor itu, melainkan juga warga.

Ia sendiri merasa kesulitan saat akan ke kebun, karena jalur yang tertutup material longsor tak mudah dilewati kendaraan. Paini terpaksa menempuh perjalanan dengan berjalan kaki. Alat berat dinilai belum cukup membantu membersihkan jalan yang tertutup, karena longsor susulan terus datang dan kembali menutup jalan.

“Masih rawan sekali kembali terjadi longsor susulan, jadi mau lewat juga takut-takut,” kata dia, Senin (12/2/2018).

Ia berharap, material longsor yang menutupi jalan bisa segera dibersihkan, agar warga yang melewatinya tidak kesulitan.

Seorang pengguna jalan, Rizky Komarudin mengatakan, ia sudah tiga kali mencari jalan alternatif untuk menuju arah Puncak Suroloyo. Ia semakin kesulitan mengetahui jalan yang ia pilih begitu sepi karena tak banyak dilewati warga.

Menurut dia, sebelumnya sudah ada dua kali alat berat yang membersihkan material longsor yang menutup jalan. Bahkan kendaraan roda dua sudah bisa melewatinya. Namun, jalan tersebut kembali terkena longsor untuk kali ketiga dalam pekan ini. Ia berharap tertutupnya jalan oleh material longsor itu bisa cepat ditanggulangi, agar warga tak lagi harus menempuh jarak lebih jauh saat bepergian.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…