Warga melintasi jalan rusak di Dukuh Wantilan, Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Senin (12/2/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos) Warga melintasi jalan rusak di Dukuh Wantilan, Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, Klaten, Senin (12/2/2018). (Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos)
Selasa, 13 Februari 2018 07:00 WIB Cahyadi Kurniawan/JIBI/Solopos Klaten Share :

INFRASTRUKTUR KLATEN
Jadi Jalur Pengalihan saat Jalan Pakis-Wonosari Diperbaiki, Jalan Desa Jelobo Kini Rusak

Jalan Jelobo kini giliran rusak karena menjadi jalur pengalihan saat jalan Pakis-Wonosari diperbaiki.

Solopos.com, KLATEN — Jalan di Dukuh Wantilan, Desa Jelobo, Kecamatan Wonosari, Klaten, kini rusak. Kerusakan itu merupakan dampak dari pengalihan arus lalu lintas saat pengecoran jalan Pakis-Wonosari tahun lalu.

Pantauan Solopos.com, Senin (12/2/2018), kerusakan terlihat di jalan penghubung Desa Pandanan hingga Desa Bulan. Ada ratusan lubang jalan dengan berbagai ukuran dan kedalaman.

Di beberapa lokasi ada gorong-gorong yang ambles di bagian tengah jalan. Warga menandai gorong-gorong ambles dengan sarana seadanya agar pengguna jalan menghindarinya.

Di Jelobo, jalan rusak berdiameter sekitar 1,5 meter memiliki kedalaman sekitar 15 cm. Lubang-lubang itu menghasilkan kubangan-kubangan besar saat turun hujan. Pengendara menghindari jalan rusak dengan melintas di bahu jalan yang relatif lebih rata.

“Sejak ada proyek pengecoran jalan Pakis – Wonosari, jalan ini jadi rusak. Kendaraan semua lewat sini siang malam,” kata Dika Aji, 21, warga Dukuh Wantilan, Desa Jelobo, saat ditemui Solopos.com, Senin.

Baca:

Kerusakan jalan diperparah lantaran kendaraan bermuatan berat seperti truk pengangkut barang galian C juga sering melintas di jalur itu. Sebelumnya, truk-truk itu biasanya melewati jalan Pakis-Wonosari. “Sekarang lubangnya di sini jadi besar karena ditimpa truk-truk besar,” imbuh Dika.

Kendati rusak hingga menimbulkan genangan, lanjut Dika, di jalan itu relatif tidak pernah terjadi kecelakaan. Namun, tak sedikit kendaraan yang mengalami ban bocor saat lewat di jalan itu.

Kerusakan jalan itu sangat mengganggu pengendara terlebih saat hujan. “Jalan enggak kelihatan jelas saat hujan. Tak jarang pengendara terantuk lubang. Itu kan merusak shock breaker. Saya berharap jalan segera diperbaiki,” beber dia.

Camat Wonosari, Pandiyanto, mengatakan jalan Pakis-Wonosari awalnya memang rusak dan sudah dilaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten serta Bupati Klaten. Tahun lalu sudah ada pengecoran di jalan itu. “Saya menerima kabar tahun ini perbaikan jalan Pakis-Wonosari akan dilanjutkan,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Senin.

Ia menyatakan khusus jalan di Jelobo belum sempat dilaporkan kepada Dinas PUPR. Kendati begitu, ia berjanji segera menyampaikan laporan kepada dinas terkait.

“Dulu memang arus lalu lintas sempat dialihkan ke sana [Jelobo] saat pengecoran jalan [Pakis-Wonosari]. Untuk perbaikan tahun ini mungkin arus dialihkan lewat Kingkang,” beber dia.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…