Dalang Theo Haowe Lie memainkan wayang potehi dengan lakon Pertahanan Militer Jendral Yang di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan) Dalang Theo Haowe Lie memainkan wayang potehi dengan lakon Pertahanan Militer Jendral Yang di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)
Selasa, 13 Februari 2018 05:50 WIB JIBI/Solopos/Antara/ Aji Styawan Feature Share :

FOTO IMLEK 2018
Wayang Potehi di Pecinan Semarang

Imlek 2018 segera tahun disongsong wayang potehi.

Warga menonton wayang potehi dengan judul cerita Pertahanan Militer Jendral Yang di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Warga menonton wayang potehi dengan judul cerita Pertahanan Militer Jendral Yang di kawasan Pecinan, Kota Semarang, Jateng, Senin (12/1/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Aji Styawan)

Datangnya Tahun Baru 2569 Imlek disambut dengan berbagai cara oleh pengguna tarikh asli Tiongkok itu. Di kawasan Pecinan, Kota Semarang Jawa Tengah, Senin (12/1/2018), dalang Theo Haowe Lie menyambut datangnya tahun baru dalam kalender Imlek itu dengan mempertunjukkan kesenian wayang potehi dengan lakon Pertahanan Militer Jendral Yang.

Kesenian khas Tiongkok yang masuk ke Indonesia sejak abad ke-16 tersebut kembali menggeliat 20 tahun terakhir atau setelah mengalami pelarangan selama Orde Baru. Kini, pertunjukkan wayang potehi mulai banyak ditampilkan di berbagai perayaan, khususnya yang melibatkan etnis Tionghoa.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…