Ilustrasi kenaikan harga telur (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos) Ilustrasi kenaikan harga telur (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Selasa, 13 Februari 2018 00:10 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/Solopos Solo Share :

Harga Bawang Putih dan Telur di Solo Meroket Menjelang Tahun Baru Imlek

Harga bwang putih dan telur naik menjelang Tahun Baru Imlek.

Solopos.com, SOLO — Harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Kota Solo mengalami perubahan harga menjelang Tahun Baru Imlek. Harga bawang putih jenis kating yang sebelumnya sekitar Rp20.000 per kilogram naik menjadi sekitar Rp35.000 per kilogram.

Salah satu pedagang bawang di Pasar Legi Solo, Partiyem, mengatakan peningkatan harga bawang putih terjadi sejak dua pekan terakhir. Sebelumnya harga bawang putih jenis kating bisa dibeli konsumen dengan harga sekitar Rp20.000 per kilogram.

“Itu harga paling tinggi. Kemudian setelah itu harga terus naik. Saat ini sudah mencapai Rp34.000 hingga Rp35.000 per kilogram,” kata dia saat ditemui wartawan di lapaknya, Senin (12/2/2018).

Menurut Partiyem, peningkatan harga juga terjadi pada bawang merah. Jika sebelumnya satu kilogram hanya dijual Rp13.000-Rp15.000 per kilogram, saat ini menjadi sekitar Rp20.000 per kilogram.

Peningkatan harga bawang juga disampaikan oleh pedagang lain, Sri Rahayu. Dia mengatakan harga bawang putih jenis kating meningkat hampir Rp1.000 setiap harinya. Perubahan harga mulai terjadi sejak dua pekan lalu.

“Naik terus, kemudian sementara ini berhenti di harga sekitar Rp34.000 per kilogram. Sudah sepekan ini,” terang dia saat berbincang dengan wartawan di kiosnya, Senin. Secara pasti belum diketahui penyebab naiknya harga bawang putih tersebut.

Namun dia memperkirakan hal itu terkait dengan adanya perayaan imlek, sehingga pasokan bawang sedikit berkurang. “Ini kan diimpor [salah satunya] dari Tiongkok, karena ada Imlek kemungkinan pengirimannya tidak seperti biasanya,” terang dia.

Selain bawang, harga telur juga meningkat. Salah satu pedagang di Pasar Legi, Devi, mengatakan harga telur ayam ras dalam sepekan terakhir meningkat menjadi sekitar Rp20.000 per kilogram.

“Sebelumnya harga telur sempat naik Rp24.000 per kilogram. Kemudian turun. Terakhir menjadi Rp18.500 per kilogram, kemudian ini naik lagi,” kata dia. Dia juga menduga kenaikan harga telur tersebut juga terjadi karena menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…