Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) dan Deddy Corbuzier (kanan) kala tampil di acara Hitam Putih yang ditayangkan di Trans 7, Senin (12/2/2018) malam. (Twitter-@HitamPutihT7) Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (kiri) dan Deddy Corbuzier (kanan) kala tampil di acara Hitam Putih yang ditayangkan di Trans 7, Senin (12/2/2018) malam. (Twitter-@HitamPutihT7)
Selasa, 13 Februari 2018 08:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

GUBERNUR JATENG
Dianggap Sering Marah Saat Sidak, Begini Tanggapan Ganjar

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menanggapi anggapan tentang dirinya yang kerap marah saat melakukan sidak.

Solopos.com, SOLO – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menanggapi anggapan bahwa dirinya kerap marah saat melakukan inspeksi mendadak (sidak). Hal itu diungkapkan kala politikus yang kembali maju sebagai calon gubernur (cagub) di pilkada atau lebih tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu tampil di acara Hitam Putih yang ditayangkan di Trans 7, Senin (12/2/2018) pukul 18.00 WIB.

Gubernur Ganjar menampik anggapan dirinya kerap marah saat melakukan sidak di beberapa tempat di Jateng. Jika dia dikenal kerap marah saat sidak, menurutnya, itu merupakan akibat dari media yang kerap meliput saat dirinya kebetulan sedang marah-marah. “Ada sebenarnya yang saya acungi jempol dua. Kalau karena good news jadi enggak good news [buat media] dan biasanya bad news jadi good news,” ujar Ganjar disertai tawa kecil.

Namun demikian, politikus PDI Perjuangan itu pernah ditegur beberapa pihak lantaran kerap tampil marah-marah saat melakukan sidak. “Ya saya sempat ditegur, katanya marah-marahnya sudah kelewatan. Tapi setelah itu saya baik-baik lagi,” beber Ganjar Pranowo.

Cagub Jateng yang didampingi Taj Yasin atau Gus Yasin sebagai cawagub di pilkada serentak 2018 itu mengklaim masyarakat justru senang dengan sikap marahnya kala melakukan sidak. “Mereka malah ada yang bilang ‘marah lagi pak’,” ujar gubernur yang kerap tampil dengan rambut putihnya itu.

Menurut Ganjar, masyarakat Jateng hanya menuntutnya untuk mengoreksi setiap kesalahan yang dilakukan jajaran pemerintahan di bawahnya. “Mereka itu sebenarnya hanya protes, jika ada yang berbuat salah dimarahi itu mereka senang, mereka senang kalau gubernur itu melakukan koreksi,” tandas sang gubernur yang kembali maju sebagai cagub di pilkada taua lebih tepatnya Pilgub Jateng 2018.

Belakangan hari ini, Ganjar memang kerap tampil di acara-acara yang disiarkan di televisi nasional. Sebelum tampil di acara Hitam Putih Trans 7, gubernur Jateng itu juga pernah tampil berjoget di acara dangdut yang ditayangkan di Indosiar. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…