Ketua Stikes PKU Muhammadiyah, Weni Hastuti; Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Lincolin Arsyad, Sofyan Hanif, Agus Ulin Nuha, dan Ketua Panitia Urecol, Weni (dari kiri ke kanan) memberikan keterangan kepada wartawan pada acara The 7th University Research Colloquium (Urecol) di kampus tersebut, Sabtu (10/2/2018). (Insetyonoto/JIBI/SOLOPOS) Ketua Stikes PKU Muhammadiyah, Weni Hastuti; Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Lincolin Arsyad, Sofyan Hanif, Agus Ulin Nuha, dan Ketua Panitia Urecol, Weni (dari kiri ke kanan) memberikan keterangan kepada wartawan pada acara The 7th University Research Colloquium (Urecol) di kampus tersebut, Sabtu (10/2/2018). (Insetyonoto/JIBI/SOLOPOS)
Selasa, 13 Februari 2018 03:00 WIB Insetyonoto/JIBI/SOLOPOS Pendidikan Share :

Dosen Perguruan Tinggi Muhammadiyah Dapat Bantuan Rp2 M untuk Penelitian

Dosen di lingkup PTM mendapat bantuan biaya penelitian Rp 2 miliar.

Solopos.com, SOLO—Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Dikti Litbang) Pengurus Pusat Muhammadiyah pada 2018 menyiapkan dana senilai Rp2 miliar membantu biaya penelitian dosen perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM).

Ketua Majelis Dikti Litbang Pengurus Pusat Muhammadiyah, Lincolin Arsyad, mengatakan dana tersebut ditargetkan untuk membantu penelitian 200 dosen di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM).

“Setiap proposal penelitian dosen yang dinilai layak akan mendapatkan bantuan Rp10 juta,” katanya kepada wartawan seusai membuka The 7th University Research Colloquium (Urecol) di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) PKU Muhammadiyah Solo di Jl. Tulang Bawang Selatan, Sabtu (10/2/2018). (baca: Forum Dekan Kampus Muhammadiyah Minta Ketua MK Mundur, Ini Penyebabnya)

Kegiatan Urecol yang digelar LPPM Stikes PKU Muhammadiyah Solo bekerja sama dengan konsorsium LPPM perguruan tinggi Muhammadiyah dan pergurun tinggi Aisyiyah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diikuti 290 peserta dari 72 perguruan tinggi di Indonesia.

Lincolin menambahkan dana Rp2 miliar berasal dari patungan PTM besar, contohnya Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dana penelitian ini meningkat dibandingkan 2017 senilai Rp1 miliar. Harapannya dana ini bisa meningkatkan minat penelitian dosen PTM.

Minat meneliti dosen di lingkungan PTM yang berjumlah 173 kampus, menurut Lincolin, masih rendah. Pada 2017, tidak semua dana Rp1 miliar terserap.

“Dana penelitian sebenarnya tidak masalah, tinggal kemauan dan kemampuan para dosen,” kata dia.

Lincolin yang juga guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja ini, meminta dosen terus meneliti, memublikasikan, dan menerapkannya untuk kesejahteraan masyarakat.

PTM diminta terus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dosen, salah satunya melalui penelitian.

“Bila SDM tidak berkembang, perguruan tinggi bersangkutan juga susah berkembang,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Stikes PKU Muhammadiyah, Weni Hastuti, mengatakan Urecol merupakan forum untuk memfasilitasi deseminasi hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dosen dari berbagai disiplin ilmu.

“Forum semacam ini perlu terus didorong dan difasilitasi sehingga hasil penelitian dan pengabdian masyarakat tidak berhenti menjadi segepok laporan yang tersimpan di arsip perguruan tinggi. Jadi agar bisa dimplementasikan,” ujar dia.

Ketua Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Perguruan Tinggi Aisyiyah Jateng dan DIY, Agus Ulin Nuha, akan membantu memublikasi hasil penelitian dosen.

“Kami telah menjalin kerja sama dengan Badan Perencaan Pembangunan Daerah [Bappeda] Solo dan Sragen melakukan penelitian sesuai kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…