Warga dan polisi ikut membersihkan reruntuhan atap tempat parkir di SMA Negeri 5 Jogja yang ambruk, Selasa (13/2/2018). (Ist/ Humas Polresta) Warga dan polisi ikut membersihkan reruntuhan atap tempat parkir di SMA Negeri 5 Jogja yang ambruk, Selasa (13/2/2018). (Ist/ Humas Polresta)
Selasa, 13 Februari 2018 14:20 WIB Ujang Hasanudin/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Atap Tempat Parkir SMA 5 Ambruk

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut

Solopos.com, JOGJA-Atap tempat parkir di SMA Negeri 5 Jogja ambruk, Selasa (13/2/2018) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi sebanyak delapan unit sepeda motor yang diparkir rusak.

Peristiwa ambruknya atap tempat parkir di halaman sekolah tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. “Untung kejadiannya pas jam pelajaran, bukan pas jam lalu-lalang orang di tempat parkir, jadi hanya menimpa motor,” kata Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Jogja, Jumiran, Selasa (13/2/2018).

Jumiran mengatakan, penyebab ambruknya atap tersebut karena kayu penyangga atap yang sudah lapuk. Ditambah banyak sampah daun yang basah setelah tertimpa hujan tiga hari sebelumnya.

Pihaknya memang sudah berencana mengganti atap dan tiang penyangga tempat parkir tersebut dengan anggaran dana operasional sekolah yang direncanakan cair pada Maret mendatang. Namun sebelum direhab, atap tersebut sudah ambruk.

Selain lokasi parkir, bangunan SMA Negeri 5 Jogja, diakui Jumiran masih banyak yang perlu direhab. Bangunan sekolah tersebut sebagian belum diganti sejak dibangun pada 1949 silam. Hanya bangunan di bagian selatan yang sudah direhab. Sementara, bagian utaranya yang digunakan laboratorium dan kelas yang belum direhab.

Rencana rehab sempat diajukan pada 2015 lalu dengan kebutuhan anggaran Rp8,5 miliar. Pihaknya juga sudah membuat desain bangunannya. Namun, karena terkendala izin mendirikan bangunan (IMB), rencana tersebut pun belum bisa direalisasikan.

Kini, kewenangan SMA/ MA dan SMK sudah dibawah Pemda DIY. Pihak SMA Negeri 5 pun berencana mengajukan kembali rehab bangunan sekolah. Rencana tersebut sudah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS). “Semoga tahun depan disetujui untuk direhab,” kata Jumiran.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…