Polisi memperluas pemasangan garis polisi hingga pagar luar Gereja St Lidwina, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Polisi memperluas pemasangan garis polisi hingga pagar luar Gereja St Lidwina, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Selasa, 13 Februari 2018 18:30 WIB Sholahuddin Al Ayyubi/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

70.000 Bhabinkamtibmas Dikerahkan Jaga Tempat Ibadah

Sebanyak 70.000 Bhabinkamtibmas akan dikerahkan untuk menjaga tempat-tempat ibadah.

Solopos.com, JAKARTA — Mabes Polri akan mengerahkan sebanyak 70.000 Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas)? untuk membantu mengamankan sejumlah tempat ibadah. Belakangan, terjadi beberapa kali kasus teror dan serangan terhadap tempat ibadah.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto ,?mengemukakan Bhabinkamtibmas tersebut rencananya tidak hanya akan dikerahkan pada sejumlah tempat ibadah di Pulau Jawa, tetapi juga wilayah di luar Jawa yang diprediksi rawan. Menurutnya, kepolisian kini sudah menempatkan sebanyak 50.000 Bhabinkamtibmas yang masing-masing anggota Bhabinkamtibmas membawahi sekitar 3 desa.

“Total jumlah Bhabinkamtibmas saat ini ada sekitar 70.000. Sekarang kita sudah menempatkan sebanyak 50.000 Bhabinkamtibmas, jadi masih ada 20.000 Bhabinkamtibmas yang belum ditempatkan,” tuturnya, Selasa (13/2/2018).

Dia menjelaskan sebelum seorang anggota Bhabinkamtibmas diterjunkan ke mas?yarakat, anggota tersebut harus menjalani pelatihan terlebih dulu. Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan agar anggota Bhabinkamtibmas tersebut tanggap terhadap perkembangan situasi, bisa menjadi pemecah solusi setiap ada permasalahan di masyarakat dan menjadi negosiator di tingkat desa.

“Jadi nanti kalau ada masalah di masyarakat, tidak perlu lagi memajukan masalah ke pengadilan. Bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Nah, kalau semuanya masuk ke pengadilan, nanti penjaranya bakal penuh,” katanya.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…