Seorang petani menggendong jerami melewati persawahan di tengah padi yang sudah menguning dan siap panen di Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Gunungkidul, pada awal Februari lalu. (JIBI/Irwan A. Syambudi) Seorang petani menggendong jerami melewati persawahan di tengah padi yang sudah menguning dan siap panen di Desa Ngawu, Kecamatan Playen, Gunungkidul, pada awal Februari lalu. (JIBI/Irwan A. Syambudi)
Senin, 12 Februari 2018 22:20 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

Tanam Padi di Musim Hujan, Petani Diminta Gunakan Varietas Tahan Tergenang

Petani diimbau ekstra hati-hati menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi selama bulan ini

Solopos.com, JOGJA– Petani diimbau ekstra hati-hati menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi selama bulan ini. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta (BPTP DIY) menyarankan digunakan benih dengan varietas yang tahan tergenang seperti Inpari 30.

Kepala BPTP DIY, Joko Pramono mengatakan ada berbagai penyakit tanaman yang rawan terjadi selama curah hujan tinggi. Salah satu yang kerap menjadi momok petani ialah wereng batang coklat.

Karena itu, disarankan menerapkam sistem tanam jajar legowo dan agar tidak terkena penyakit tersebut. “Kamis sudah sampaikan ke petani di lapangan, apalagi yang masuk percontohan itu,” katanya, Sabtu (10/2/2018).

Terlebih lagi, banyak petani di empat kabupaten dan satu kota akan segera memasuki masa panen. Sedangkan beberapa yang lain sedang dalam persiapan masa tanam. Sejauh ini, Joko mengklaim tidak ada petani di DIY yang terkena WBC. Penyakit ini berhasil dihindari dengan penggunaan varietas unggul tahan wereng.

Sebelumnya, petani sendiri sudah mendapatkan banyak bantuan benih sebagai antisipasi cuaca ekstrem beberapa bulan silam. Pasca siklon tropis lalu, petani dikatakan banyak mendapatkan bantuan benih baik lewat OPD maupun pusat. Bantuan diberikan sebagai upaya agar petani tak terlalu merugi pasca bencana tersebut.

Joko menyebutkan ada sekitar 120 hektare lahan di Bantul dan enam hektar di Kulonprogo yang mengalami puso dan langsung mendapatkan bantuan benih. Selain itu, adapula 600 hektare di Kulonprogo yang bantuannya langsung dari Dirjen Tanaman Pangan. Benih bantuan ini langsung ditanami kembali di lahan sawah sehingga cukup membantu para petani.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…