Peserta kirab menggunakan pakaian ala Timur Tengah membawa spanduk, poster, dan menaiki unta pada pembukaan Solo Great Sale 2018 saat car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (28/1/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS) Peserta kirab menggunakan pakaian ala Timur Tengah membawa spanduk, poster, dan menaiki unta pada pembukaan Solo Great Sale 2018 saat car free day (CFD), Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (28/1/2018). (Nicolous Irawan/JIBI/SOLOPOS)
Senin, 12 Februari 2018 11:15 WIB Bayu Jatmiko Adi/JIBI/SOLOPOS Ekonomi Share :

SOLO GREAT SALE 2018
Peserta Tembus 5.600 Tenant, Transaksi Capai Rp100 M

Sebanyak 5.600 tenant ikut SGS 2018.

Solopos.com, SOLO—Pelaksanaan Solo Great Sale (SGS) 2018 mendapat respons positif dari pengusaha. Hal ini ditandai jumlah peserta yang telah menembus 5.600 tenant.

Bahkan, pada pelaksanaan 10 hari pertama jumlah transaksi telah mencapai lebih dari Rp100 miliar. Capaian itu mencapai 23,5% dari target transaksi SGS 2018 senilai Rp425 miliar.

Ketua II SGS 2018, David R. Wijaya, mengatakan saat ini jumlah peserta SGS mencapai lebih dari 5.600 tenant. Sebelumnya panitia hanya menargetkan 5.000 tenant. (baca: SOLO GREAT SALE 2018: Inilah Diskon dari Pegadaian Solo Selama SGS)

David menyebut pendaftaran peserta SGS sempat diperpanjang hingga pekan pertama pelaksanaan SGS yang dimulai 1 Februari 2018.

“Saat ini jumlah peserta sudah melebihi target,” kata dia kepada Solopos.com, Minggu (11/2/2018).

Peserta SGS dibagi dalam beberapa kategori. Mulai dari kategori otomotif, hotel, toko buku, fashion, dan sebagainya. Tahun ini SGS melibatkan seluruh pasar tradisional di Solo.

Sedangkan untuk jumlah transaksi, pada akhir pekan lalu sudah mencapai lebih dari Rp100 miliar. Jumlah tersebut masih memungkinkan bertambah seiring masuknya data transaksi baru.

Terkait jumlah kartu SGS yang telah didistribusikan, David menyebut telah mencapai lebih dari 20.000 kartu. Panitia siap menambah mencetak kartu baru jika jumlah permintaan terus bertambah. Sebelumnya panitia SGS menyiapkan sekitar 30.000 kartu.

“Kalau permintaan terus bertambah, ya terus kami tambah, tidak masalah,” terang dia.

Menurut David, hingga saat ini panitia terus melakukan sosialisasi pelaksanaan SGS. Salah satu lokasi kegiatan sosialisasi adalah di area car free day (CFD).

“Kami juga menggelar acara senam dan promosi SGS di area CFD,” ujar dia.

Sementara itu, seorang karyawan kios perlengkapan olahraga di Pasar Ngudi Rejeki, Gilingan, Juno Nugraha, mengatakan selama pelaksanaan SGS, kios tempatnya bekerja lebih banyak didatangi pengunjung, meskipun peningkatan tidak signifikan.

“Pada bulan sebelumnya jumlah pengunjung sekitar 10 orang per hari, saat ini sekitar 13-14 orang per hari,” kata dia.

Selama SGS 2018, Faiz Sport memberikan diskon hingga 50% untuk produk-produk tertentu. Pedagang Pasar Ngudi Rejeki Gilingan lainnya, Marsudiyanto, juga mengatakan pelaksanaan SGS berdampak pada jumlah penjualan.

“Untuk penjualan ya lumayan,” ungkapnya.

Namun, ada pula dari beberapa pedagang lainnya yang mengatakan pelaksanaan SGS tidak berdampak banyak pada penjualan barang di pasar. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi panitia.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…