Kelompok Kesenian Topeng Ireng Merapi saat tampil dalam Festival Budaya dan Kuliner di Taman Kuliner Sleman, Jumat (27/5/2016). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja) Kelompok Kesenian Topeng Ireng Merapi saat tampil dalam Festival Budaya dan Kuliner di Taman Kuliner Sleman, Jumat (27/5/2016). (Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 12 Februari 2018 21:55 WIB Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Sleman Ingin Bangun Taman Budaya, Butuh Rp16 Miliar untuk Pengadaan Tanah

Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman bakal mengusulkan anggaran Rp16 miliar untuk pengadaan tanah yang akan dibangun sebagai taman budaya

Solopos.com, SLEMAN—Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Sleman bakal mengusulkan anggaran Rp16 miliar untuk pengadaan tanah yang akan dibangun sebagai taman budaya. Targetnya pengadaan tanah dapat dirampungkan pada tahun ini.

Kepala Disbud Sleman, Aji Wulantara mengatakan telah melakukan pemetaan untuk menentukan lokasi pembangunan taman budaya. Menurutnya berdasarkan potensi dan konsep pembangunan kebudayaan yang ada di Sleman, besar kemungkinan pembangunan taman budaya berada di Sleman barat di sekitar Kecamatan Godean.

Untuk itu pihaknya bakal segera mengusulkan anggaran untuk pengadaan tanah di wilayah tersebut. “Kurang lebih lahannya nanti seluas 3 hektare. Anggaran yang kami usulkan untuk pengadaan tanah ya kurang lebih Rp16 miliar,” kata dia, Minggu (12/2/2018).

Pihaknya akan mengusulkan anggaran tersebut di dalam pos anggaran dana keistimewaan (Danais). Usulan anggaran tersebut rencananya bakal diusulkan sekitar Maret atau April 2018 dalam anggaran perubahan, di luar anggaran danais 2018 yakni Rp11 miliar yang telah final.

“Harapannya jika rencana ini mendapatkan dukungan banyak pihak dan lancar, maka pada 2019 sudah dapat dimulai pembangunan fisik taman budaya,” kata Aji.

Lanjutnya lagi taman budaya dinilainya cukup strategis sebagai infrastruktur pembangunan kebudayaan di Sleman. Taman budaya selain sebagai ruang untuk pementasan kesenian juga dapat digunakan sebagai ruang utuk diplomasi budaya.

“Bisa mengundang daerah lain, tidak melakukan kompetisi tapi melakukan ekspedisi dan bersama-sama menampilkan kebudayaannya. Sehingga kita bisa saling menghargai dan mengapresiasi,” ujarnya.

Sebelumnya Anggota Komisi D, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Sleman, Arif Priyo Susanto mendukung langkah pemerintah untuk segera membangun taman budaya. Sebagai anggota komisi yang membidangi urusan kebudayaan, dia menilai taman budaya memiliki fungsi yang strategis.

“Untuk pembangunan taman budaya kami memang mendukung. Taman budaya itu kan tidak hanya untuk pementasan kesenian saja tapi juga memiliki fungsi sebagai saranan untuk memperkenalkan dan mempertahankan budaya untuk generasi yang akan datang,” ujarnya.

Di sisi lain dia menyarankan agar pembangunan taman budaya dapat memanfaatkan lahan milik pemerintah kabupaten (Pemkab) yang sudah ada dan tidak terpakai.

“Tapi jika memang aset milik Pemkab tidak ada yang bisa dipakai ya menurut kami tidak masalah [melakukan pengadaan tanah],” kata politikus Partai Gerindra ini.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…