Ilustrasi vaksin. (dementiaresearchfoundation.org.au) Ilustrasi vaksin. (dementiaresearchfoundation.org.au)
Senin, 12 Februari 2018 15:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

Rp2 Miliar untuk Imunisasi Massal Difteri di Kabupaten Madiun

Penanganan kasus difteri di Kabupaten Madiun didanai Rp2 miliar.

Solopos.com, MADIUN — Dana Rp2 miliar disiapkan guna menangani kasus difteri di Kabupaten Madiun. Wilayah itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Upaya Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo, mengatakan dana Rp2 miliar digunakan untuk pelaksaan imunisasi difteri serentak atau Outbreak Respons Imunization (ORI) guna mencegah penyebaran penyakit difteri.

“ORI wajib diberikan pada anak dengan rentang usia 1-19 tahun. Imunisasi dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama dilakukan bulan Februari, kedua pada bulan Juli, dan ketiga pada November mendatang,” ujar Agung Tri Widodo pada wartawan, Sabtu (10/2/2018).

Menurut dia, dana Rp2 miliar tersebut bersumber dari anggaran bersama atau sharing dengan Pemprov Jatim dalam menghadapi KLB difteri. Pada tahap awal bulan Februari, ORI akan menyasar 1.060 anak dengan usia 1-19 tahun.

“Sedangkan pelaksanaan ORI akan digelar di 2.213 titik yang meliputi posyandu, sekolah tingkat SD hingga SMA, dan puskesmas,” katanya.

Pemprov Jawa Timur menetapkan status KLB untuk penyebaran penyakit difteri di sejumlah kota dan kabupaten di provinsi itu, termasuk Kabupaten Madiun.

Data Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun mencatat, pada 2017 telah ditemukan dua kasus yang diduga atau suspect difteri di wilayahnya.

Dua kasus tersebut antara lain, satu kasus terjadi di wilayah Kebonsari pada Januari 2017 dan satu kasus lainnya terjadi di Saradan pada Desember 2017.

Sedangkan di tahun 2018, hingga Januari lalu ada sembilan warga Kabupaten Madiun yang suspect difteri.

Ia menambahkan ORI adalah upaya untuk memutus rantai penularan penyakit difteri. Imunisasi tersebut akan meningkatkan daya tahan tubuh atas toksin yang disebar oleh bakteri difteri.

Hal ini penting, sebab penularan bakteri difteri cukup mudah, seperti melalui percikan ludah dan sentuhan.

Dengan pelaksanaan ORI, diharapkan kasus difteri di Kabupaten Madiun hilang. Untuk itu pihaknya meminta warga mendukung pelaksanaan ORI tersebut.

Para orang tua diminta aktif membawa anaknya ke posyandu dan lokasi layanan lainnya untuk mendapatkan vaksin difteri.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…