Nelayan pantai Depok merapikan jala, Rabu (7/1/2018). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja) Nelayan pantai Depok merapikan jala, Rabu (7/1/2018). (Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 12 Februari 2018 21:20 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Peralatan Rusak akibat Badai Cempaka, Nelayan Pantai Pandansimo Butuh Bantuan

Nelayan berharap Pemkab Bantul segera memberi bantuan jaring untuk para nelayan

Solopos.com, BANTUL – Banjir badai cempaka beberapa bulan lalu membuat sarana dan prasarana nelayan di sepanjang pesisir Bantul rusak dan hilang. Bantuan berupa jaring, kereta dorong dan rumpon akan segera diusulkan Pemkab Bantul dalam musrenbang.

Seorang nelayan Pantai Pandansimo, Agus Susanto, mengaku badai cempaka membuat jaring nelayan terbawa ombak dan hilang di perairan. Dia berharap Pemkab Bantul segera memberi bantuan jaring untuk para nelayan.

Sementara itu, seorang nelayan Pantai Samas, Ponijo, mengatakan nelayan sangat membutuhkan tambahan rumpon atau jaring-jaring yang biasanya dipasang di tengah laut untuk menangkap lobster.

“Tetapi kami sudah usulkan agar dipasangkan di pinggir, di sana lobsternya lebih,” kata Ponijo, Minggu (11/2/2018).

Selain itu, Ponijo mengatakan, para nelayan bantul butuh kereta dorong untuk mengangkut ikan ke TPI. Selama ini mereka kesulitan akses keluar masuk TPI karena harus bolak balik mengangkut kotak berisi ikan. Dengan adanya kereta dorong bantuan, mereka berharap akses keluar masuk TPI lebih mudah dan cepat.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (Diperpautkan) Bantul Pulung Haryadi mengatakan, hasil dari sarasehan pelaku utama perikanan ini akan disampaikan dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang).

“Keluhan nelayan sudah kita catat dan nanti kita masukkan sebagai bahan pada musrenbang Senin [12/2/2018]. Ada dua hal penting yaitu sarana prasarana termasuk di TPI [tempat pelelangan ikan],” kata Pulung.

Sebelumnya pada Sarasehan Pelaku Utama Perikanan hari Jumat (9/2/2018) di Pantai Baru dilakukan penyerahan bantuan jaring kepada kelompok nelayan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada nelayan agar lebih giat dan termotivasi dalam mencari ikan atau tingkatkan produksi perikanan tangkap.

Sebab, pulung mengatakan cuaca ekstrim sangat berpengaruh terhadap produksi perikanan tangkap. “Harapannya dengan bantuan sarpras, ikan tangkap yang saat ini hasilnya sekitar 800 ton bisa naik menjadi seribu ton per tahun,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Bantul Riyantono mengatakan upaya untuk memenuhi kebutuhan dan peningkatan sarana prasarana perikanan tangkap akan dilakukan dengan berbagai cara diantaranya dengan dianggarkan melalui APBD maupun diusulkan ke pusat.

“Selain itu untuk masalah SDM, nelayan Bantul sudah pandai dalam melaut tetapi dalam mengolahan masih perlu peningkatan,” kata Riyantono.

Dia juga berharap kegiatan pembangunan di sektor perikanan tidak hanya dari sisi nelayannya, tetapi juga berkolaborasi dengan sektor pariwisata, sebab dua hal itu saling mendukung pengembangan pantai selatan mengingat sebentar lagi JJLS akan digunakan.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…