Polisi memperluas pemasangan garis polisi hingga pagar luar Gereja St Lidwina, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak) Polisi memperluas pemasangan garis polisi hingga pagar luar Gereja St Lidwina, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
Senin, 12 Februari 2018 07:31 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENYERANGAN GEREJA
Kondisi Korban Sudah Cukup Baik

Semua pihak termasuk pers diharapkan bisa menjaga suasana

Solopos.com, JOGJA-Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko menyatakan para korban sudah dalam kondisi yang menggembirakan.

Menurutnya ada empat orang yang menjadi korban luka bacok, yakni Romo Prier, Budijono, Yohanes Triyanto dan satu lagi ia tak ingat siapa namanya. Kemungkinan nama terakhir adalah Martinus Parmadi Subiantara, warga asal Trihanggo, Gamping, yang mengalami luka di punggung.

Mgr. Robertus Rubiyatmoko menyebut, korban yang mengalami luka di punggung sudah diperbolehkan pulang, sedangkan sisanya masih dirawat. Romo Prier dan Yonahes Triyanto sudah selesai menjalani operasi.

“Romo sudah bisa bercanda. Untung sekali tidak sampai parah. Yang cukup parah adalah Pak Yohanes, yang mengalami luka di dahi sampai hidung. Itu perlu pemulihan lebih lama,” kata dia di RS Panti Rapih, Minggu (11/2/2018).

Baca juga : PENYERANGAN GEREJA : Romo Prier Alami Luka Bacok Sedalam 3 Sentimeter

Sementara, Budi mengalami luka di kepala dan leher bagian belakang. “Ia yang pertama kali kena saat momong anaknya. Untung tidak diapa-apakan anaknya. Ini sisi Kemanusiaan yang perlu ditonjolkan,” tambahnya.

Peristiwa ini, lanjutnya, sangat mungkin menimbulkan ketakutan dan kecurigaan satu sama lain. Oleh sebab itu, semua pihak termasuk pers diharapkan bisa menjaga suasana, agar tidak semakin keruh.

Kolom

GAGASAN
Guru Honorer

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (7/2/2018). Esai ini karya Roko Patria Jati, dosen di Institut Agama Islam Negeri Salatiga. E-mail penulis adalah bee.ascholar@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tragedi yang mencoreng dunia pendidikan Indonesia muncul lagi bak serial drama televisi yang terus…