Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (tiga kanan) didampingi Uskup Agung Semarang, Mgr Rubyatmoko mendatangi rumah sakit Panti Rapih pada Minggu (11/2) untuk menjenguk korban penyerangan di gereja St. Lidwina, Bedog, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Gigih M. Hanafi) Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (tiga kanan) didampingi Uskup Agung Semarang, Mgr Rubyatmoko mendatangi rumah sakit Panti Rapih pada Minggu (11/2) untuk menjenguk korban penyerangan di gereja St. Lidwina, Bedog, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Gigih M. Hanafi)
Senin, 12 Februari 2018 17:40 WIB Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

PENYERANGAN GEREJA
Begini Kondisi Terkini Korban Pembacokan di Gereja St Lidwina

Ketiga korban sudah menjalani operasi.

Solopos.com, JOGJA–Kondisi ketiga korban pembacokan di Gereja St Lidwina, Bedog, di Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman dinyatakan berangsur baik pascaoperasi. Romo Prier dan Yohanes Triyanto diprediksi bisa pindah ke ruang perawatan biasa dalam satu atau dua hari mendatang.

Direktur Utama RS Panti Rapih, Teddy Janong mengatakan kini keduanya masih berada di ICU karena masalah anestesi obat bius pascaoperasi besar yang dijalani. Pasien dapat berkomunikasi dengan lancar meski masih mengalami trauma sehingga butuh pembenahan. Merespons hal ini, Teddy menjelaskan akan melibatkan psikiater untuk proses penyembuhannya.

“Kami juga tinggal observasi pascaoperasi, apakah ada observasi,” katanya dalam jumpa media di RS Panti Rapih, Senin (12/2/2018). Lebih lanjut dikatakannya jika Romo Prier menderita luka di kepala sepanjang 10 sentimeter dengan kedalaman 3 sentimeter. Robekan tersebut menyebabkan kulit kepala terangkat sehingga diperlukan operasi agar tidak terjadi infeksi. Namun, luka itu hanya sedikit berimbas pada batok kepala namun tidak menembus hingga ke otak sehingga tidak terjadi kerusakan fatal.

Sementara itu, Henry Widyanto, Direktur Pelayanan Medik RS Panti Rapih mengatakan ketiganya sedang masuk dalam masa pemulihan dan pemantauan. “Prinsipnya operasi kemarin berhasil dilaksanakan,” katanya. Pasien juga tidak mengeluh mual maupun pusing pada Senin pagi.

Namun, pasien yang bernama Yohanes Triyanto mengalami luka sedikit lebih serius dibandingkan yang lainnya meski operasinya juga berhasil. Ia mendapatkan luka memanjang 15 sentimeter dari kiri ke kanan dan sedikit di pangkal hidung dengan luka paling besar di bagian pelipis. Henry menilai Yohanes membutuhkan masa pemulihan lebih lama karena luka tersebut serta adanya tekanan tulang tengkorak pada bagian dalam.

Sedangkan satu korban lainnya yang bernama Budijono, kini sudah masuk ruang perawatan Carolus karena menderita luka di belakang kepala dan leher bagian belakang. V Dian Juwitawati, Kepala Instalansi Gawat Darurat menjelaskan kondisi pasien dalam keadaan stabil baik secara prinsip psikososial. Ketiganya sebelumnya dalam kondisi sadar sepenuhnya ketika dibawa ke IGD meskipun berdarah-darah.

Lebih lanjut, Dian mengungkapkan jika Romo Prier justru menjadi pasien yang paling santai saat itu. “Beliau hanya duduk sembari memegang kepalanya dan berkata, saya minta tolong ini coba dicek,” ujarnya menirukan. Operasi yang dilaksanakan kemarin sendiri melibatkan setidaknya dokter bedah saraf dan anestesi juga untuk kebutuhan CT Scan.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…