Sejumlah jemaat membersihkan Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Senin (12/02/2018). (Harian Jogja/Desi Suryanto) Sejumlah jemaat membersihkan Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Senin (12/02/2018). (Harian Jogja/Desi Suryanto)
Senin, 12 Februari 2018 16:30 WIB Sholahuddin Al Ayyubi/JIBI/Bisnis Hukum Share :

Penyerang Gereja St Lidwina Pernah Aktif di Poso & Berencana ke Suriah

Pelaku penyerangan Gereja St Lidwina ternyata pernah aktif di gerakan radikal termasuk di Poso hingga berenca ke Suriah.

Solopos.com, JAKARTA — Mabes Polri mengungkapkan pelaku penyerangan Gereja Katolik St Lidwina Stasi Bedog di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang bernama Suliyono, 22, sudah terkait radikalisme. Bahkan Suliyono pernah membuat paspor untuk berangkat ke Suriah dan aktif berorganisasi di sejumlah gerakan radikal.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengemukakan polisi telah melakukan penyelidikan sementara terhadap pelaku. Hasilnya menyebutkan pelaku ternyata juga pernah mengikuti sejumlah paham dan gerakan radikal di sejumlah lokasi seperti Banyuwangi, Poso, dan Magelang. Menurutnya, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror masih melakukan penyelidikan mendalam ?terhadap pelaku penyerangan.

“Kami masih mendalami siapa sosok Suliyono ini. Sementara tim kami yang sudah melakukan pemeriksaan terungkap bahwa Suliyono ini terindikasi kuat kena paham radikal yang pro kekerasan dan ikut gerakan radikal di Banyuwangi, Sulteng, Poso dan Megelang,” tuturnya, Senin (12/2/2018).

Dia menjelaskan pelaku juga pernah membuat paspor untuk berangkat ke Suriah, namun gagal. Akhirnya, menurut Tito, pelaku melakukan amaliah dengan cara melakukan penyerangan terhadap orang yang dianggapnya kafir.

“Memang dari informasi yang kami dapatkan, pelaku pernah mencoba berangkat ke Suriah, tapi tidak berhasil akhirnya melakukan amaliah dalam bentuk penyerangan,” katanya.

?Menurutnya, polisi sampai saat ini masih menyelidiki informasi yang telah diberikan pelaku untuk mengetahui apalah Suliyono bekerja sendiri atau ada kelompok tertentu di belakangnya. Menurutnya, tim intelijen Polri juga sudah menyebar ke sejumlah tempat untuk menghimpun informasi atas insiden tersebut.

“?Kami masih mengembangkan kasus ini, apakah dia lone wolf atau bagian dari jaringan. Mabes Polri bersama Polda sedang mengejar terus siapa saja pelaku lain dalam peristiwa ini,” ujarnya.

Seperti diketahui,pada Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 7.45 WIB, Gereja Katolik St. Lidwina Stasi Bedog, Kabupaten Sleman, DIY, diserang seorang pria bersenjata yang kemudian diketahui bernama Suliyono, warga Banyuwani.

Adapun korban dari kejadian tersebut berjumlah tiga orang antara lain Budijono, Romo Prier, dan Aiptu Munir. Ketiga korban mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuhnya akibat senjata tajam.

lowongan pekerjaan
PT. Astra International Tbk-isuzu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…