Wisatawan memadati Goa Pindul, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul saat libur Tahun Baru Imlek, Sabtu (28/1/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi). Wisatawan memadati Goa Pindul, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul saat libur Tahun Baru Imlek, Sabtu (28/1/2017). (JIBI/Irwan A. Syambudi).
Senin, 12 Februari 2018 14:55 WIB David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

Pengunjung Gua Pindul Gunungkidul Dibatasi 2.900 Orang per Hari

Pembatasan tersebut harus dipatuhi

Solopos.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Pariwisata Gunungkidul mulai melakukan pembatasan jumlah kunjungan di objek wisata Gua Pindul, Desa Bejiharjo, Karangmojo. Setiap harinya tingkat kunjungan dibatasi sebanyak 2.900 orang.

Sekretaris Daerah Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 2.900 orang per hari sudah diberlakukan. Menurut dia, dasar pembatasan tersebut mengacu pada dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) yang dilakukan pengkajian sejak 2016 lalu.

Hasilnya, jika mengacu pada kapasitas dan luasan hingga panjang gua maka ditentukan batas maksimal tersebut. “Tidak boleh lebih dari 2.900 pengunjung karena itu bisa menganggu ekosistem yang ada di sekitar gua,” kata Hary kepada wartawan di akhir pekan lalu.

Menurut dia, adanya pembatasan tersebut harus dipatuhi. Ini lantaran untuk menjaga kondisi lingkungan gua tetap lestari. “Tujuan pembatasan juga sebagai upaya konservasi di lingkungan Pindul,” ujar mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata ini.

Lebih jauh dikatakan Hary, hasil kajian UKL-UPL tidak hanya untuk membatasi jumlah kunjungan ke Pindul. Namun hasil penyusunan tersebut, juga dijadikan sebagai salah satu dasar untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Bejiharjo.

“Setelah ada dokumennya, maka dibentuk BUMDes untuk mengelola pariwisata di kawasan Bejiharjo, salah satunya Gua Pindul. Untuk pengelolaan [khususnya Pindul], pengurus BUMDes harus mengacu pada hasil kajian UKL-UPL,” imbuh Hary.

Direktur BUMDes Bejiharjo, Saryanto mengatakan, dalam pengelolaan objek wisata Gua Pindul, pihaknya akan berpegang pada ketetapan dari pemkab. Meski sudah ada pembatasan sebanyak 2.900 pengunjung per hari, namun ia mengakui hingga saat ini tingkat kunjungan belum mencapai pada jumlah maksimal. “Semua akan kami patuhi karena pembatasan juga sebagai upaya menjaga ekosistem di Pindul,” kata Saryanto.

Dia menambahkan, untuk pengelolaan akan mengandeng seluruh operator, termasuk di dalamnya keberadaan objek wisata lain di Bejiharjo. “Semua kita akomodasi karena keberadaan BUMDes untuk kebaikan bersama bagi warga di Bejiharjo,” imbuhnya.

Meski sudah ada pembatasan sebanyak 2.900 orang per hari, tetapi kenyataannya di lapangan tingkat kunjungan masih jauh di bawah angka tersebut. Kondisi ini terlihat dari jumlah kunjungan di 2017 lalu. Data dari Dinas Pariwisata Gunungkidul, kunjungan ke Pindul dalam setahun mencapai 145.081 orang. Jika dibuat rata-rata, jumlah kunjungan hanya di kisaran 400 orang per hari.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…