Ilustrasi pencurian (JIBI/Solopos/Dok)
Senin, 12 Februari 2018 17:35 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Sragen Share :

PENCURIAN SRAGEN
Pencuri Bobol Rumah Warga Banjarasri Ambil Emas dan Uang Total Rp172 Juta

Pencuri menyatroni rumah warga Banjarasri, Sragen, dan mengambil emas serta uang Rp172 juta.

Solopos.com, SRAGEN — Pencuri membobol rumah Ponisi, 43, di Kampung Banjarasri RT 004/RW 010, Nglorog, Kecamatan/Kabupaten Sragen, Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 08.00 WIB.

Sejumlah perhiasan seperti kalung, gelang, cincin, seberat 400 gram dengan total nilai sekitar Rp160 juta serta uang tunai Rp12 juta raib dicuri. Perhiasan korban yang hilang semula disimpan di bagian bawah lemari.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari Polres Sragen, Senin (12/2/2018), saat kejadian Ponisi sedang berada di Lumajang. Dia tahu rumahnya dibobol pencuri setelah ditelepon tetangganya, Kamti, yang memberi tahu pintu rumahnya dalam kondisi terbuka. Mendapat informasi itu Ponisi langsung pulang.

Dia tiba di Sragen sekitar pukul 19.00 WIB. Benar saja, saat tiba di rumah, Ponisi mendapati pintu depan rumahnya dalam kondisi terbuka. Setelah dicek ternyata ada bekas congkelan di pintu.

Lantaran penasaran Ponisi langsung memeriksa kondisi bagian dalam rumahnya. Saat itu dia mendapati pintu almari di ruang tengah juga terbuka. Lagi-lagi ditemukan bekas congkelan di pintu lemari. Sedangkan kondisi kamar Ponisi berantakan. Ponisi langsung mengecek almari di ruang tidur itu.

Uang tunai Rp12 juta yang semua diletakkan di dompet dan ditaruh di bagian atas lemari sudah tidak ada. Barang-barang berharga berupa perhiasan emas 400 gram pun raib.

Ponisi lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Sragen kota. Kapolsek Sragen Kota, AKP Suseno, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, mengonfirmasi kejadian tersebut. “Tim identifikasi sudah diterjunkan ke lokasi. Kami masih lakukan penyelidikan kasus ini,” ujar dia.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…