Pedagang bawang di Pasar Beringharjo sedang melayani pembeli. Kendati harga bawang putih tinggi, tidak membuat pembeli mengurangi jumlah pembelian, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S) Pedagang bawang di Pasar Beringharjo sedang melayani pembeli. Kendati harga bawang putih tinggi, tidak membuat pembeli mengurangi jumlah pembelian, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Holy Kartika N.S)
Senin, 12 Februari 2018 08:55 WIB Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja Ekonomi Share :

Pasokan Tersendat, Harga Bawang Putih Meroket

Di tingkat pengecer harga bawang putih bisa mencapai Rp40.000 per kg

Solopos.com, JOGJA-Memasuki Imlek, harga komoditas bawang putih mengalami lonjakan. Di tingkat pedagang pasar, harga bawang putih mencapai Rp35.000 hingga Rp36.000 per kilogram, sedangkan di tingkat pengecer harganya bisa mencapai Rp40.000.

Narti, pedagang bawang di Pasar Beringharjo mengatakan memasuki imlek ini, harga bawang putih mengalami lonjakan. “Sudah sepuluh hari ini harganya naik, sekarang sudah Rp35.000,” ujar Narti kepada Solopos.com, Minggu (11/2/2018).

Narti memaparkan memasuki Imlek biasanya kebutuhan akan bawang putih akan tinggi. Namun, dari pedagang besar yang menyuplai ke daerah, sepertinya belum melakukan penambahan suplai. Akibatnya, harga bawang putih di tingkat pasaran merangkak naik. Ketersediaan barang juga relatif terbatas, sehingga membuat harga komoditas bumbu ini menjadi mahal.

“Kalau di pengecer harganya sudah sampai Rp40.000 per kilogram. Kalau jenis [bawang putih] sinco harganya sekitar Rp25.000,” imbuh Narti.

Apri, salah satu pembeli langganan Narti mengaku baru pekan lalu membeli bawang putih kating seharga Rp20.000. Sekarang kenaikan harganya langsung melonjak drastis. “Baru minggu lalu saya beli Rp20.000 per kilogram. Sekarang naiknya sampai Rp15.000. Saya juga tidak bisa mengurangi jumlah yang biasa saya beli, sekali beli sepuluh kilogram untuk dijual lagi di warung,” ungkap Apri.

Tak hanya harga bawang putih yang merangkak naik. Komoditas cabai rawit merah di pasaran harganya juga masih relatif tinggi. Yanti, pedagang sayur di lantai dua pasar ini mengungkapkan harga cabai rawit merah menembus Rp40.000 per kilogram.

“Masuk imlek ini, kenaikannya [harga] cepat sekali. Kalau cabai lainnya dan sayuran relatif stabil, yang naik hanya cabai rawit merah dan bawang putih,” ungkap Yanti.

Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati menjelaskan harga bawang putih sudah tinggi beberapa hari ini. “Rata-rata harga di pasaran sekitar Rp36.000 itu pantauan kami tanggal 9 Februari kemarin,” ujar Yuna.

Yuna memaparkan, bawang putih adalah komoditas yang tidak ditanam di Indonesia sehingga, ketergantungan akan impor komoditas ini sangat tinggi. Biasanya pasokan tersebut berasal dari Jawa Tengah, dari sana kemungkinan distribusi tersendat. “Selain itu, kemungkinan di negara asalnya pasokan sedang terbatas, sehingga harga saat ini jadi mahal,” imbuh Yuna.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…