Kusno tidur di rumahnya yang kecil di Dusun Gentan, RT 003/RW 005, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Bambang Setyawan) Kusno tidur di rumahnya yang kecil di Dusun Gentan, RT 003/RW 005, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jateng. (Facebook.com-Bambang Setyawan)
Senin, 12 Februari 2018 13:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

KISAH TRAGIS
Rumah Ekstra Kecil di Semarang Ini Ditinggali Pria Gangguan Jiwa

Kisah tragis dialami seorang pria di Kabupaten Semarang yang tinggal di rumah yang ukurannya sangat kecil.

Solopos.com, UNGARAN – Kusno, 45, warga Dusun Gentan, RT 003/RW 005, Desa Tukang, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) harus mengalami kisah tragis dengan tinggal di rumah yang ukurannya sangat kecil. Bahkan rumah yang ditinggali Kusno lebih mirip kandang ayam lantaran ukurannya yang sangat kecil.

Kisah tragis yang dialami Kusno itu kemudian menyita perhatian publik pengguna Internet (netizen) setelah foto dirinya saat tidur di rumahnya diunggah di media sosial. Foto Kusno yang menunjukkan kisah tragis sekaligus kemiskinan di Jateng itu kali pertama diunggah pengguna akun Facebook Bambang Setyawan di dinding grup Facebook Ungaran, Kamis (8/8/2018).

Pengguna akun Facebook Bambang Setyawan menjelaskan Kusno merupakan pria yang mengalami gangguan jiwa. Kusno tinggal di rumah yang ukurannya sangat kecil lantaran tak betah tinggal di rumah ibunya. “Karena tak tahan tinggal di rumah ibunya yang renta, ia sengaja membuat rumah mini di halaman,” bebernya.

Berdasarkan foto yang diunggah itu, tampak rumah yang ditinggali kusno hanya berupa kayu yang dipakai untuk menyangga genting dan memiliki luas tak sampai satu meter. Pengguna akun Facebook Bambang Setyawan menjelaskan Kusno tetap bertahan di rumah tersebut meski hujan mengguyur dan membasahi tubuhnya.

Sontak kisah tragis yang dialami Kusno itu mengundang perhatian dari warganet. Banyak yang menawarkan berbagai macam bantuan kepada salah satu pria yang didera kemiskinan di Jateng itu.

Meski demikian, pengguna akun Facebook Bambang Setyawan mengungkapkan Kusno sudah dipastikan akan mendapatkan bantuan dari para sukarelawan Lentera Kasih untuk Sesama (Lensa). Kusno rencananya akan dibuatkan rumah yang layak dalam waktu dekat.

“Awalnya, Kusno menolak, namun melalui pendekatan persuasif dan diplomasi rokok kretek, akhirnya ia menyetujuinya. Hari Minggu [11/2/2018] mendatang, relawan Lensa akan membuatkan rumah sederhana, yang penting terlindungi dari panas dan hujan. Yang paling penting, relawan Lensa bertekad memanusiakan manusia. Apa pun kondisi Kusno, ia juga layak mendapatkan tempat tinggal,” ungkap pengguna akun Facebook Bambang Setyawan. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…