Petugas polisi dan TNI mengecek ruas jalan di Bulurejo, Bulukerto, Wonogiri, yang longsor, Senin (12/2/2018) pagi. (Istimewa/Polres Wonogiri) Petugas polisi dan TNI mengecek ruas jalan di Bulurejo, Bulukerto, Wonogiri, yang longsor, Senin (12/2/2018) pagi. (Istimewa/Polres Wonogiri)
Senin, 12 Februari 2018 15:35 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

INFRASTRUKTUR WONOGIRI
Longsor, Jalan Wonogiri-Magetan via Bulukerto Nyaris Terputus

Jalur Wonogiri-Magetan via Bulukerto nyaris putus gara-gara talut longsor.

Solopos.com, WONOGIRI — Jalan alternatif penghubung Wonogiri, Jawa Tengah-Ponorogo dan Magetan, Jawa Timur, di ruas Bulurejo, Bulukerto, Wonogiri, longsor hampir separuh badan jalan, Senin (12/2/2018) pagi. Polisi merekayasa arus lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup agar kendaraan tetap dapat melintas.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, Senin, peristiwa longsor itu diketahui pukul 05.00 WIB. Sebelumnya hujan cukup deras. Jalan longsor karena talut di sisi jalan setinggi lebih kurang 8 meter ambrol. Akibatnya struktur tanah yang ditopang talut ikut longsor.

Talut itu longsor sepanjang 10 meter dengan lebar 5 meter. Jalan tersebut jalur utama penghubung Kecamatan Slogohimo-Bulukerto-Puhpelem. Selain itu bisa menjadi jalur alternatif Wonogiri-Ponorogo dan Magetan. Jalan yang rusak berjarak 60 meter dari Mapolsek Bulukerto.

Camat Bulukerto, Bahari, kepada Solopos.com, menyampaikan kendaraan masih bisa melintas, tetapi harus ekstra hati-hati karena jalan tinggal 2/3 dari total lebar jalan 4,5 meter. Dia sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) membahas pengadaan rambu-rambu lalu lintas sederhana.

Menurut Bahari, lokasi itu perlu diberi rambu-rambu atau penanda agar pengguna jalan berhati-hati saat melintas. Jalan tersebut setiap hari dilintasi truk pengangkut barang, mobil pribadi, dan sepeda motor dari pagi hingga malam. Dia mengimbau pengguna jalan hati-hati saat melintas agar tidak terperosok.

“Tim selalu memantau perkembangan kondisi. Aparat Polsek Bulukerto siaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas. Saya harap dinas terkait segera menangani mengingat jalan tersebut cukup ramai,” kata Bahari.

Dia melanjutkan apabila kerusakan jalan kian parah tidak menutup kemungkinan jalan tersebut akan ditutup total. Kendaraan bisa dialihkan ke jalur lain, seperti melalui Purwantoro, Wonogiri. Bagi sepeda motor dan mobil pribadi dapat melalui jalan-jalan dusun.

Kapolsek Bulukerto, AKP Kukuh Wiyono, mengatakan meski jalan longsor tetapi arus lalu lintas lancar. Petugas menerapkan sistem buka tutup di dua ujung jalan, barat dan timur. Jalan di lokasi hanya dapat dilalui kendaraan dari satu arah, arah barat atau timur.

Kukuh telah menginstruksikan tiga hingga lima personel secara bergantian untuk siaga di lokasi mengatur lalu lintas. “Kalau saya lihat kerusakannya tidak semakin parah,” kata Kapolsek mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Menurut Kukuh, banyak jalan alternatif yang bisa digunakan pengguna jalan dari Slogohimo-Bulukerto-Puhpelem-Ponorogo-Magetan atau sebaliknya. Truk atau kendaraan sejenis dapat melalui jalur lain untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

“Kami sudah menyiapkan lampu penerangan untuk malam hari. Paling tidak lampu itu nanti bisa menjadi pertanda di lokasi ada jalan rusak,” kata Kukuh.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan sudah berkoordinasi dengan DPU terkait penanganan kerusakan jalan itu. Tim DPU sudah menyurvei lokasi.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…