Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menanam pohon secara simbolis saat acara Go Green Campus di IAIN Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (10/2/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos) Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menanam pohon secara simbolis saat acara Go Green Campus di IAIN Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (10/2/2018). (M. Ferri Setiawan/JIBI/Solopos)
Senin, 12 Februari 2018 01:00 WIB Iskandar/JIBI/Solopos Sukoharjo Share :

IAIN Surakarta Go Green Campus, Ganjar Pranowo Ajak Tanam Pohon

IAIN Surakarta mengadakan acara melibatkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Solopos.com, SUKOHARJO — Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengajak lembaga pendidikan dan pemerintahan menjaga lingkungan dengan menanam dan memelihara pohon yang ditanam hingga tumbuh besar. Jika itu dilakukan lingkungan hidup akan terpelihara dengan baik.

“Kalau kampus mau menanam banyak pohon atau target kita satu orang menanam 25 pohon seumur hidup secara berkelanjutan, atau mulai SD anak menanam lima pohon dan dipelihara, maka ketika nanti satu anak sekolah sampai S2 atau S3 kalau pohon dipelihara dengan baik Jateng akan hijau,” ujar dia di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta di Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (10/2/2018) sore.

Di IAIN dia menghadiri acara bertema Meningkatkan Peran IAIN Surakarta dalam Mengatasi Pencemaran Udara dan Pemanasaan Global serta Memelihara Lingkungan Hidup. Selain Ganjar hadir pada acara itu Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya dan Rektor IAIN, Mudofir Abdullah.

Lebih lanjut Ganjar mengatakan sekarang sudah banyak kampus yang menyebut dirinya sebagai kampus konservasi. Kampus itu memasukkan program ini ke sistem pendidikannya. Sehingga selama mahasiswa kuliah S1 di kampus itu harus menanam pohon dan hidup.

Untuk contoh ini dia mengaku mempunyai cerita menarik. Ada satu mahasiswa di kampus yang mengklaim sebagai kampus konservasi, mau ujian skripsi harus ditunda gara-gara pohon yang ditanam tidak hidup. Agar bisa ikut ujian skripsi mahasiswa itu harus menanam pohon baru dan hidup.

Di sisi lain Ganjar mengapresiasi semua pihak yang aktif melakukan gerakan menanam pohon. Salah satu di antaranya yakni IAIN Surakarta yang menanam 1.000 batang pohon. Penanaman dilakukan serentak dalam satu hari baik di lingkungan dalam kampus dan di luar kampus dengan melibatkan masyarakat.

Dia meminta kampus aktif dan wajib membantu program pemerintah untuk menggerakkan penghijauan berupa penanaman pohon. “Kebiasaan kita hanya fokus menanam, setelah pohon ditanam selanjutnya lupa memelihara dan mati. Ke depan itu tidak boleh. Saya minta setelah menanam wajib dipelihara sampai pohon tumbuh besar,” kata Ganjar.

Dia menilai merawat pohon merupakan hal paling sulit dilakukan oleh semua pihak. Karena itu banyak yang fokus pada gerakan menanam saja. Dia mengklaim, Pemerintah Provinsi Jateng sebenarnya sudah gencar mengampanyekan gerakan menanam dan merawat pohon dalam program penghijauan.

“Seperti di kampus IAIN Surakarta ini saya akan lihat lagi ke depan entah kapan saya akan datang lagi ke sini lihat pohon yang ditanam hari ini. Apakah tumbuh besar atau mati,” papar dia.

Dia mengungkapkan kampus mempunyai peran penting menyukseskan program ini. Hal tersebut, papar dia, telah dilakukan pada salah satu perguruan tinggi di Semarang yang membuat aturan mahasiswa baru wajib menanam empat pohon sekaligus merawat hingga tumbuh besar.

Ujian Skripsi

Pohon tersebut akan dilihat dosen saat membimbing mahasiswa untuk ujian skripsi. Apabila ada pohon mati maka pelaksanaan ujian skripsi mahasiswa tersebut akan ditunda.

“Menanam pohon tidak hanya sekadar menjaga lingkungan saja, namun juga ada nilai ekonomi. Sebab hasilnya seperti kayu saat dipanen bisa dijual dan mendapatkan uang. Jateng dikenal menghasilkan kayu berkualitas dan bisa diekspor,” papar dia.

Rektor IAIN Surakarta, Mudofir mengatakan kampusnya tergerak ikut menjalankan program pemerintah berupa penghijauan dengan penanaman pohon. Penanaman ini melibatkan dosen, mahasiswa dan masyarakat di sekitar kampus.

Total ada 1.000 pohon dengan berbagai jenis tanaman ditanam IAIN Surakarta. Sebanyak 700 pohon ditanam di dalam lingkungan kampus dan sisanya, 300 pohon ditanam di luar dengan melibatkan masyarakat sekitar.

“Tugas kita menanam pohon sebagai bagian dari usaha menjaga lingkungan. Kampus juga melibatkan mahasiswa dalam gerakan penghijauan sebagai media pembelajaran. Kami juga siap merawat pohon sampai tumbuh besar,” kata dia.

Dia menjelaskan pohon yang ditanam baik di dalam kampus IAIN Surakarta mayoritas merupakan tanaman buah. Sedangkan lainnya jenis tanaman keras dan pelindung.

“Ada banyak pohon buah tapi ada juga tanaman keras kalau tidak salah tadi ada jati, sengon dan ketapang,” ungkap dia.

lowongan pekerjaan
SALESMAN/GIRL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…