Rumah Sumaryo yang berada di Dusun Mengger Malang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Senin (12/2/2018). Rumah yang ia huni terdampak longsor talut setinggi sekitar 15 meter. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja) Rumah Sumaryo yang berada di Dusun Mengger Malang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh, Senin (12/2/2018). Rumah yang ia huni terdampak longsor talut setinggi sekitar 15 meter. (Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja)
Senin, 12 Februari 2018 18:55 WIB Uli Febriarni/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

Detik-Detik Longsor di Rumah Sumaryo, Pukul Kentongan tapi Kalah dengan Suara Hujan

Tebing jalan setinggi 15 meter dan sepanjang 30 meter di Dusun Mengger Malang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh mengalami longsor

 
Solopos.com, KULONPROGO-Tebing jalan setinggi 15 meter dan sepanjang 30 meter di Dusun Mengger Malang, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh mengalami longsor pada Senin (12/2/2018) dini hari. Material berupa tanah, beton dan bebatuan andesit menghantam sebuah rumah yang berada tepat di bawahnya.

Pemilik rumah, Sumaryo menuturkan, kejadian longsor diawali dengan hujan deras yang turun dengan intensitas tinggi. Selanjutnya diikuti ambrolnya talut jalan di sisi barat, Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 19.45 WIB.

Pada pagi harinya, lelaki 43 tahun itu mengaku sudah melihat tanda-tanda berupa retakan, tanah yang berada di sekitar talut juga sudah lembek dan menimbulkan bekas sedalam 30 sentimeter. Maka ia memasang tali rafia sebagai penanda.

Longsor pertama pada 19.45 WIB itu terjadi saat ia beserta anggota lain keluarga sedang berada di dalam rumah. Kemudian, Sumaryo berusaha mengantisipasi longsor yang lebih besar dengan menyuruh istri dan kedua anaknya untuk tidak berada di ruangan bagian utara. Selain itu, ia juga memindahkan sejumlah barang berharga lainnya ke sisi rumah yang dinilai lebih aman.

“Belum selesai beres-beres, longsor susulan datang, bagian dapur dan kamar samping jebol diterjang material. Saya sempat memukul kentongan tapi tidak ada tetangga yang mendengar, kalah dengan suara hujan,” ujar Sumaryo.

Akhirnya, Sumaryo berteriak memanggil saudaranya yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, karena seisi rumah berhasil menyelamatkan diri dan mengungsi.

Kepala Dusun Mengger Malang, Ngasiyah menyatakan, untuk sementara waktu, keluarga Sumaryo akan tinggal di kediaman tetangganya untuk mencegah risiko potensi longsor susulan. Kendati demikian, ia tidak dapat memastikan apakah rumah Sumaryo akan direlokasi atau tidak, usai kejadian ini.

“Kemungkinan pindah, karena lokasi tempat tinggalnya itu rawan longsor. Tapi masih belum tahu, menunggu keputusan pemilik rumah,” kata dia.

Camat Samigaluh, Setiawan mengatakan, Pemerintah Kecamatan sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggukangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, SAR, dan relawan untuk menangani longsor di Mengger Malang. Prioritas penanganan adalah menyelamatkan jiwa warga dengan cara diungsikan agar tidak terancam bahaya longsor susulan yang masih mengintai.

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…