Warga melintasi jalan penuh rekahan di Dusun Sompok, Bantul, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi) Warga melintasi jalan penuh rekahan di Dusun Sompok, Bantul, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi)
Senin, 12 Februari 2018 13:55 WIB Salsabila Annisa Azmi/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

Cek Rekahan Tanah, BPBD Gandeng Badan Geologi

Badan Geologi Kementerian ESDM akan mengkaji kerawanan tanah di beberapa titik lain

Solopos.com, BANTUL-Penurunan permukaan tanah dan munculnya sejumlah titik rekahan di jalan tepian Sungai Oya Dusun Sompok, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, terus terjadi. BPBD Bantul menggandeng Tim Badan Geologi Kementerian ESDM untuk mengkaji kejadian itu, Senin (12/2/2018).

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Sriharjo Suwandi mengatakan, sejak tiga pekan lalu terus terjadi penurunan tanah. Bahkan, ada rekahan baru yang muncul di ruas jalan Dusun Sompok sejak empat hari yang lalu. Pergerakan tanah juga terus terjadi pada titik-titik yang merekah.

“Ada sekitar 10 kepala keluarga [KK] yang tinggal di sekitar jalan yang ambles, sebanyak enam KK sudah relokasi,” kata Suwandi, Minggu (11/2/2018).

Suwandi mengatakan sekitar 10 tahun yang lalu juga terjadi penurunan tanah di Dusun Sompok. Kala itu, warga langsung menimbun rekahan dengan tanah. Namun saat ini muncul rekahan lagi dan penurunan tanah semakin parah.

Lebih lanjut, Suwandi menuturkan tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), dan BPBD Bantul akan mengecek struktur tanah yang ada di bawah rekahan jalan di Dusun Sompok. “Besok [Senin] akan dibor, diteliti struktur tanahnya seperti apa, kemudian akan uji kekuatan jalannya,” kata dia.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto mengatakan, kajian struktur tanah akan dilakukan oleh tim dari Badan Geologi Kementerian ESDM. “Kami menggandeng Badan Geologi,” kata Dwi, Minggu.

Dwi mengatakan, selain mengkaji tanah di Dusun Sompok, Badan Geologi Kementerian ESDM akan mengkaji kerawanan tanah di beberapa titik lain seperti di Desa Karangtengah dan wilayah SD Seropan, Desa Muntuk, Kecamatan Dlingo. Setelah dilakukan kajian, BPBD Bantul akan menunggu hasil dan rekomendasi, sebagai bahan untuk mengambil langkah yang paling tepat.

lowongan pekerjaan
SUMBER BARU REJEKI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…