Foto perkembangan pembangunan kolam retensi di Kaligawe, Kota Semarang, Jateng yang dipamerkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Instagram. (Instagram-@hendrarprihadi) Foto perkembangan pembangunan kolam retensi di Kaligawe, Kota Semarang, Jateng yang dipamerkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Instagram. (Instagram-@hendrarprihadi)
Senin, 12 Februari 2018 20:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BENCANA JATENG
Wali Kota Pengin Netizen Tahu Tahapan Pengendalian Banjir Semarang

Bencana banjir yang masih kerap mendera Kota Semarang, yang merupakan ibu kota Jateng, membuat Wali Kota Hendrar Prihadi angkat bicara.

Solopos.com, SEMARANG – Masalah banjir seakan-akan menjadi masalah yang pelik bagi warga Kota Semarang, Jawa tengah (Jateng). Tak jarang, masalah itu kerap menjadi bahan perbincangan netizen Semarang di berbagai media sosial.

Di samping perbincangan netizen terkait bencana banjir, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ingin netizen mengetahui bahwa ada beberapa tahapan dalam mengatasi banjir di Kota Semarang, terutama di bagian timur. “#FYI #KamuHarusTahu Dalam rangka pengendalian banjir dan rob Kota Semarang bagian timur terdapat enam komponen utama,” tulis Hendi—sapaan akrab Hendrar Prihadi—di akun Instagramnya, @hendrarprihadi, Minggu (11/2/2018) malam.

[Baca juga Klaim Atasi Banjir dalam 45 Menit, Wali Kota Malah Kebanjiran Kritik]

Berdasarkan penjelasan Hendi, enam tahapan penanggulangan bencana banjir di Semarang yang merupakan ibu kota Jateng itu adalah pembuatan tanggul rob sepanjang 2.170 m, normalisasi dan perbaikan parapet atau dinding di Kali Tenggang dan Kali Sringin, pembuatan kolam retensi Banjardowo berkapasitas 30.000 m3, pembuatan kolam retensi Kaligawe berkapasitas 66.000 m3, pembuatan pintu muara Kali Tenggang dan pompa berkapasitas 6 m x 2 m kubik per detik, serta pembuatan pintu muara Kali Sringin dan pompa berkapasitas 5 m x 2 m kubik per detik.

Orang nomor wahid di ibu kota Jateng itu membeberkan progress atau perkembangan pengendalian banjir itu cukup memuaskan. “Adapun sampai dengan akhir Januari 2018, progress pekerjaan pada sistem Sungai Sringin adalah 36% sedangkan progress pekerjaan pada sistem Kali Tenggang adalah 57%,” ungkap sang wali kota Semarang.

[Baca juga DPRD Tuding Penanganan Banjir Semarang Tak Maksimal, Ini Alasannya…]

Hendi memperkirakan semua tahapan pengendalian banjir di Kota Semarang itu akan selesai pada Agustus 2018. “Diperkirakan seluruh pekerjaan pengendalian banjir dan rob Kota Semarang ini akan selesai pada Agustus 2018,” tandas politikus PDI Perjuangan itu.

Netizen yang mengetahui penjelasan Hendi itu kemudian mengamininya. Mereka yang mengaku sebagai warga Kota Semarang dan sudah cukup muak dengan masalah bencana banjir berharap proyek-proyek tersebut benar-benar mampu mengendalikan banjir di Semarang yang merupakan ibu kota Jateng. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK DI SINI untuk Lihat Foto-Foto Banjir Semarang
KLIK
dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…