Pemandangan di kawasan Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jateng setelah banjir yang melanda pada Jumat (9/2/2018) surut. (Instagram-@dr.mirnaannisa) Pemandangan di kawasan Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jateng setelah banjir yang melanda pada Jumat (9/2/2018) surut. (Instagram-@dr.mirnaannisa)
Senin, 12 Februari 2018 22:50 WIB R. Wibisono/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

BENCANA JATENG
Bupati Geram dengan Lempar Tanggung Jawab soal Banjir Kendal

Banjir yang mendera kawasan Kaliwungu, Kabupaten Kendal memicu Bupati Mirna Annisa mencurahkan isi hatinya.

Solopos.com, KENDAL – Beberapa desa di Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) didera banjir dengan volume air yang cukup besar, Jumat (9/2/2018) lalu. Bencana tersebut membuat Bupati Kendal Mirna Annisa mengungkapkan rasa geramnya lantaran ada pihak yang selalu melempar tanggung jawab ketika ada bencana mendera Kendal.

Bupati yang akrab disapa Mbak Nok itu kemudian mencurahkan isi hatinya terkait banjir di wilayahnya melalui akun Instagramnya, @dr.mirnaannisa, Minggu (11/2/2018) malam. Mirna mengaku sebenarnya sedih lantaran wilayah yang ia pimpin didera banjir. “Sebagai manusia biasa, saya sedih melihat kejadian ini. Saudara-saudara saya yang berada di Desa Protomulyo, Magelung, Panggangayom, dan Kutoarjo terkena bencana banjir,” tulis sang bupati Kendal.

Di samping rasa sedihnya itu, Mirna Annisa mengaku geram lantaran selalu ada pihak yang saling menyalahkan kala bencana banjir mendera Kendal, Jateng. “Saya sudah cukup bosan dengan suara-suara saling menyalahkan saling lempar tanggung jawab. Bukankah ini yang selalu kita lakukan?” lanjut bupati yang kerap tampil cantik itu.

Menurut Mirna, bencana alam merupakan tanggung jawab semua insan yang menurutnya telah lupa mencintai alam. Orang nomor wahid di lingkungan Pemkab Kenda itu menilai manusia sudah sepatutnya mencintai alam jika tak ingin didera bencana alam seperti banjir yang melanda sebagtian wilayah Kabupaten Kendal, Jateng.

Ia menganggap Gerakan 1001 Pendaki Tanam Pohon Ungaran adalah salah satu contoh gerakan yang mencintai alam. Bupati Kendal yang juga turut dalam kegiatan menanam pohon di Gunung Ungaran itu menganggap semua pihak yang terlibat dalam aksi 1001 Pendaki Tanam Pohon Ungaran telah memberikannya semangat untuk kembali membangun Kendal setelah sebagian wilayahnya didera banjir.

Mirna berharap kegiatan 1001 Pendaki Tanam Pohon Ungaran itu dapat memotivasi para pemuda lain mampu melakukan kegiatan yang bermanfaat. “Saya berharap selalu ada energi positif dari temen-temen muda yang lain dalam komunitas apa pun kalian tergabung. Bergeraklah terus, kayuh terus agar sepeda ini terus melaju,” harap Mirna Annisa.

Menurutnya, kegiatan positif para pemuda akan mampu mendorong Pemkab Kendal untuk terus berbenah. “Energi-energi positif kalian akan saya jadikan doroangan keras bagi kami yang ada di Pemerintahan Daerah Kabupaten Kendal untuk memperbaiki diri terus menerus untuk berjuang terus menerus membangun kabupaten kita tercinta Kendal,” tandas sang bupati Kendal. (Ginanjar Saputra/JIBI/Semarangpos.com)

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…