Seekor kucing menjalani pemeriksaan di Posyandu kucing di Maguan, Gaum, Tasikmadu, Minggu (11/2/2018) pagi. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos) Seekor kucing menjalani pemeriksaan di Posyandu kucing di Maguan, Gaum, Tasikmadu, Minggu (11/2/2018) pagi. (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)
Senin, 12 Februari 2018 09:00 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

Ada Posyandu Kucing di Tasikmadu Karanganyar, Apa Saja Fasilitasnya?

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk kucing dibuka di Gaum, Tasikmadu, Karanganyar. 

Solopos.com, KARANGANYAR — Pencinta kucing di Karanganyar dan sekitarnya berduyun-duyun mendatangi Posyandu kucing di Maguan, Gaum, Tasikmadu, Minggu (11/2/2018) pagi. Sambil membawa kucing kesayangan, para pencinta kucing itu antre mendaftarkan binatang piaraan mereka di meja pendaftaran.

Setelah terdaftar sebagai peserta Posyandu kucing, para pencinta kucing itu mengantre di tempat duduk yang sudah disediakan. Tak jauh dari kursi tunggu bersaf-saf itu, terdapat ruangan berukuran 2 meter x 3 meter. Di ruangan itulah, seorang dokter dan beberapa asistennya bekerja.

Dokter hewan dan asistennya itu memeriksa kucing piaraan warga Karanganyar dan sekitarnya. Sebagian besar kucing yang dicek kondisinya di Posyandu kucing itu adalah kucing ras.

“Mbak Farsa [pemilik kucing], silakan masuk,” teriak seorang asisten Yanida Talbot, dokter hewan di Posyandu itu.

Di ruang pemeriksaan, pemilik kucing menyerahkan kucing piarannya. Kucing ras itu ditimbang terlebih dahulu dengan timbangan digital. Rampung ditimbang, seorang asisten dokter hewan bertugas membersihkan telinga dan memotong kuku kucing dengan alat khusus.

Setelah itu, Yanida Talbot memeriksa kondisi kucing piaraan tersebut. Kucing yang dinyatakan sehat tetap diberi vitamin, obat cacing, atau vaksin oleh Yanida. Hal itu untuk menjaga kucing piaraan agar tetap sehat dan tak mudah terserang penyakit.

“Bagi kucing yang mengalami diare atau terkena jamur tinggal disuntik. Kalau sakit yang diderita kucing piaraan dinilai sangat parah, penanganannya sampai rawat inap atau dirujuk,” kata Yanida.

Salah seorang pria muda, Eko, mengaku sangat senang dengan adanya Posyandu kucing itu. Sebagai pencinta kucing, warga Karanganyar ini terkadang waswas dengan kesehatan binatang piaraannya.

“Saya baru kali pertama mengikuti kegiatan ini. Kucing jantan saya ini termasuk kucing anggora. Nama kucing saya, Almon. Rasanya senang dapat memeriksakan kucing saya. Meski kucing saya sehat, saya tetap khawatir dengan kondisinya. Kebetulan, saat ini ada pemeriksaan. Makanya, saya tetap memeriksakan kucing kesayangan saya,” katanya.

Penyelenggara Posyandu kucing sekaligus pemilik Bonnie Pet Shop Tasikmadu, Khunti Ira Sasmita, mengajak seluruh pencinta kucing di Karanganyar dan sekitarnya untuk rutin memeriksakan kucing piaran mereka. Hal ini penting guna mengetahui kondisi kucing kesayangan agar selalu sehat dan bersih.

“Kegiatan ini sebenarnya tidak dikhususkan hanya bagi kucing ras. Pemilik kucing lokal pun dapat mengikuti kegiatan ini. Dalam kesempatan ini, kami juga berusaha mengedukasi pencinta kucing [agar selalu merawat binatang piaraan],” katanya.

Kunthi Ira Sasmita mengatakan Posyandu kucing biasanya digelar satu bulan sekali di Tasikmadu. Jumlah peserta yang mengkuti Posyandu kucing mencapai 50-an orang. “Jenis penyakit yang sering muncul, yakni penyakit gatal-gatal pada kucing,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…