Gubernur Ganjar Pranowo melakukan panen perdana cabai di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jateng, Jumat (9/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Heru Suyitno) Gubernur Ganjar Pranowo melakukan panen perdana cabai di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jateng, Jumat (9/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Heru Suyitno)
Minggu, 11 Februari 2018 04:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

WISATA MAGELANG
Ganjar Pranowo Gagas Wisata Petik Cabai

Wisata ke Kabupaten Magelang menurut Ganjar Pranowo bisa didukung petik cabai.

Solopos.com, MAGELANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (9/2/2018), mengikuti panen perdana cabai di Desa Girikulon, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jateng. Ia juga sempat memuji kreativitas pemuda setempat yang memanfaatkan aliran sungai setempat untuk mengembangkan wisata tubing.

“Pemuda Desa Girikulon ini ternyata kreatif, yakni memanfaatkan aliran sungai yang ada di desa untuk mengembangkan wisata tubing,” ujar politikus PDI Perjuangan yang kembali diusung partainya maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) 2018 itu.

Ia lalu mengucap harapan agar masyarakat bisa mengembangkan potensi yang dimiliki desa masing-masing, baik itu bidang pertanian, kebudayaan, ataupun pariwisata. Pengembangan potensi desa, sebagaimana ditunjukkan para pemuda Desa Girikulon, Secang, Kabupaten Magelang, Jateng, bisa menambah penghasilan masyarakat.

Daya tarik wisaya ke desa, lanjut dia, bahkan juga bisa diwujudkan dengan mengembangkan grup kesenian yang ada di desa setempat. Paket wisata, lanjut dia, bahkan bisa dipadukan dengan potensi tanaman cabai yang telah ada untuk dikemas sebagai wisata petik cabai, terutama bagi wisatawan mancanegara.

“Hal itu bisa dikembangkan dan merupakan pengalaman menarik bagi wisatawan asing karena di negaranya belum tentu ada,” kata calon gubernur yang dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 berpasangan dengan calon wakil gubernur Taj Yasin itu.

Ia mengatakan di desa ini ada potensi pertanian, pariwisata, dan kesenian yang nantinya bisa dikembangkan lebih baik lagi sehingga akan lebih banyak lagi wisatawan berkunjung ke sini. “Namun, yang lebih penting lagi adalah guyup, kebersamaan antarwarga terpelihara dengan baik. Hal ini juga merupakan potesnsi desa yang menarik, karena wisatawan sekarang ingin berkunjung ke desa dan desa wisata sekarang dibangun di mana-mana,” katanya.

Ia mengatakan sekarang wisatawan cenderung ingin mengunjungi desa. Kalau di Magelang ini wisatawan tidak hanya ingin ke Borobudur saja, tetapi juga di desa-desa sekitarnya. “Jangan lupa potensi desa itu diupload atau diunggah di media sosial, bisa menjadi promosi gratis yang nantinya orang akan tertarik ke sini,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…