Marianus Sae (floresbangkit.com)
Minggu, 11 Februari 2018 21:00 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Hukum Share :

Sebelum Ditangkap KPK, 5 Tahun Kekayaan Marianus Sae Naik Jadi 3x Lipat

Jauh sebelum OTT KPK, kekayaan Bupati Ngada Marianus Sae naik menjadi 3 kali lipat dalam kurun waktu 2010-2015.

Solopos.com, SOLO — Bupati Ngada, Marianus Sae, ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), Minggu (11/2/2018), terkait dugaan penerimaan suap dari sejumlah proyek. Marianus yang juga merupakan calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Pilkada 2018 itu tercatat telah dua kali melaporkan harta kekayaannya ke KPK.

Data yang dilansir KPK melalui situs acch.kpk.go.id menunjukkan Marianus kali pertama menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) tertanggal 8 Maret 2010. Saat itu dia menjabat sebagai Bupati Ngada untuk periode pertama (2010-2015). Sedangkan LHKPN kedua dibuat pada 10 Juli 2015.

Pada pelaporan pertama 2010, Marianus tercatat memiliki kekayaan senilai total Rp11.238.040.000. Kekayaan itu terutama meliputi beberapa bidang tanah dan bangunan di Manggarai Barat dan Badung senilai Rp1.052.140.000, dan surat berharga senilai Rp4.030.000.000. Marianus saat itu juga memiliki peternakan sapi dan usaha kayu jati dan mahoni yang totalnya mencapai Rp3.795.000.000.

Lima tahun berselang, kekayaan Marianus naik tajam. LHKPN 2015 menunjukkan nilai asetnya yang mencapai Rp33.776.400.000 atau tiga kali lipat dari LHKPN pertama.

Kenaikan signifikan itu muncul dari bisnis jati yang naik menjadi Rp8,2 miliar, dan mahoni menjadi Rp6,4 miliar. Kenaikan signifikan lainnya muncul dari nilai surat berharga dari Rp4,03 miliar menjadi Rp10,5 miliar.

Setelah dua periode menjadi Bupati Ngada, Marianus Sae maju sebagai calon Gubernur NTT berpasangan dengan Emy Nomleni yang diusung oleh PDIP. Namun, kini Marianus terjaring OTT KPK karena dugaan penerimaan suap terkait sejumlah proyek.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Murid Kencing Berlari, Guru (Honorer) Mati Seorang Diri

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (5/2/2018). Esai ini karya Lardianto Budhi, guru Pendidikan Seni dan Budaya di SMAN 1 Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah s.p.pandamdriyo@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Bambang Ekalaya atau sering disebut Palgunadi adalah…