Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (depan, ketiga dari kanan) bersama jajaran pengurus PDIP menyanyikan lagu Indonesia Raya, saat Rakorcabsus DPC PDIP Sragen di Ndayu Park Sragen, Sabtu (10/2/2018). (Kurniawan/JIBI/Solopos) Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo (depan, ketiga dari kanan) bersama jajaran pengurus PDIP menyanyikan lagu Indonesia Raya, saat Rakorcabsus DPC PDIP Sragen di Ndayu Park Sragen, Sabtu (10/2/2018). (Kurniawan/JIBI/Solopos)
Minggu, 11 Februari 2018 07:00 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Politik Share :

PILKADA 2018
Ganjar Pranowo: Jangan Sebar Hoaks dan Fitnah!

Pilkada 2018, Ganjar Pranowo meminta semua pihak tak menyebar hoaks.

Solopos.com, SRAGEN — Calon Gubernur Jawa Tengah (Jateng) yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo, meminta kompetisi Pilkada Jateng tahun 2018 tidak dilakukan dengan cara menyebar hoaks dan fitnah yang dapat memecah masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat diwawancarai wartawan di sela Rakorcabsus DPC PDIP Sragen di Ndayu Park Sragen, Sabtu (10/2/2018).

“[Menyerang personal] Tidak apa-apa. Menyerang itu boleh-boleh saja. Tapi rakyat nanti akhirnya akan tahu. Yang penting jangan nge-hoaks, jangan bikin perpecahan. Kalau mau menegatifkan boleh, saya yang akan mempositifkan,” tutur dia.

Ditanya apakah serangan yang dimaksud Ganjar ihwal kasus korupsi KTP elektronik yang menyeret namanya, dia secara tersirat mengiyakan. “[Terkait kasus e KTP] Ora apa-apa. Wes ana buktine kok. Ya ta? Sing wani nolak ming aku,” ujar dia.

Sementara saat berpidato di hadapan 150 an kader PDIP Sragen, Ganjar mengaku sudah menyiapkan tim khusus dunia maya.

Tim tersebut diharapkan mampu menetralisasi berbagai hoaks dan fitnah yang dimaksudkan untuk menyerang dia.

Tapi pengoperasian tim tersebut masih menunggu waktu. “Tim sudah kami siapkan. Nanti pada saatnya kami kerahkan. Tapi sabar dulu. PDIP jangan tergoda, tetap harus santun. Tidak boleh emosional apa pun kata mereka,” kata dia.

Ganjar mengingatkan seluruh kader PDIP Sragen agar tak menggunakan hoax, fitnah, dan ujaran kebencian selama kompetisi pilkada. Sebab cara-cara itu akan membelah masyarakat menjadi dua kelompok yang terpisah dalam waktu lama.

“Bahaya! Obama [eks Presiden AS] tahu. Jika berjuang dengan nmemecah belah masyarakat, niscaya kalau kamu memenangkan pertarungan itu, kamu tak akan bisa menyatukan kembali. Maka hati-hati betul. Jangan sebar hoaks,” pinta dia.

Sedangkan Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jateng, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang juga hadir dalam pertemuan tersebut sangat optimistis pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin akan memenangkan Pilkada Jateng 2018.

“Harus tenanan, walau sudah pasti memang. Pasti menang., kalau kami optimistis banget. Saya bocori, Sragen pasti menang, Soloraya menang semua. Cuma sekarang untuk [angka] target tidak bisa ngawur. Harus dikira,” ujar dia.

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…