Suasana RS Panti Rapih, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika) Suasana RS Panti Rapih, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/I Ketut Sawitra Mustika)
Minggu, 11 Februari 2018 12:59 WIB I Ketut Sawitra Mustika/JIBI/Harian Jogja Peristiwa Share :

PENYERANGAN GEREJA
Romo Prier Alami Luka Bacok Sedalam 3 Sentimeter

Saat ini ia sedang menjalani operasi

Solopos.com, JOGJA-Romo Prier, salah satu korban luka penyerangan pria bersenjata tajam di Gereja St Ludwina, Bedog, menderita luka bacok sedalam tiga sentimeter di kepala bagian belakang.

Saat ini korban sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Panti Rapih.  Romo Madya Utama yang datang menjenguk korban mengutarakan, Romo Prier saat ini sedang dioperasi. “Ada bagian kepala yang gempil dan sedang diperbaiki. Panjang lukanya kurang tahu persis, tapi dalamnya sekitar tiga cm,” ucap pria yang satu rumah dengan korban tersebut di RS Panti Rapih, Jogja, Minggu (11/2/2018).

Baca juga : Gereja St Lidwina di Sleman Diserang

Ia menambahkan, kondisi Romo Prier dalam keadaan sadar sebelum dioperasi. Menurutnya, luka yang dialami Romo Prier masih lebih ringan dibandingkan luka yang dialami Yohanes Tri. Romo Prier sendiri, berdasarkan keterangan Romo Madya menderita luka di kepala bagian belakang dan di punggung bagian atas. Adapun Yohanes Tri menderita luka bacok di sepanjang dahi. “Yohanes akan segera dioperasi.”

Baca juga : Empat Orang Terluka dalam Penyerangan Gereja St Lidwina

Satu korban lainnya bernama Budijono. Ia menderita luka di bagian belakang kepala dan leher bagian belakang. Aris Bawanta, warga yang membawa Budijono ke RS Panti Rapih, menyebut kondisi korban tidak terlalu parah. “Sepertinya tidak perlu dioperasi.”

Baca juga : Tiga Korban Pembacokan di Gereja Dirawat di RS Panti Rapih

LOKER SOLO
Siapa Mau Kerja di Dealer ASTRA, Cek Syaratnya di Sini, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Visi Pedagogis Daoed Joesoef

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (27/01/2018). Esai ini karya M. Fauzi Sukri, penulis buku Guru dan Berguru (2015) dan Pembaca Serakah (2017). Alamat e-mail penulis adalah fauzi_sukri@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO–Indonesia, khususnya dunia pendidikan, kehilangan sosok pemikir pedagogis tangguh yang…