Potongan rekaman CCTV ibu seret anaknya (Instagram) Potongan rekaman CCTV ibu seret anaknya (Instagram)
Minggu, 11 Februari 2018 11:46 WIB Taufiq Sidik Prakoso/JIBI/Solopos Klaten Share :

Observasi Kejiwaan Belum Keluar, Polisi Belum Tahu Motif Ibu Seret Anaknya di Bayat Klaten

Polisi masih menunggu hasil observasi kejiwaan ibu di Klaten yang menyeret anaknya.

Solopos.com, KLATEN — Polres Klaten masih menunggu hasil observasi kejiwaan Santi Kusuma Sari, 34, warga Dukuh Balong, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, yang menyeret anaknya, DL, 4, sejauh 300 meter, Kamis (8/2/2018) petang lalu.

Wakapolres Klaten, Kompol Hari Sutanto, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan polisi belum mengetahui motif Santi yang tega menyeret buah hatinya itu di jalanan hingga tubuhnya luka-luka. Hanya, dari keterangan Didik Wijanarko, 37, ayah DL dan suami Santi, perempuan itu mengalami depresi.

Namun, belum ada penjelasan penyebab serta sejak kapan Santi mengalami depresi. “Ibunya [Santi] masih tahap pemeriksaan observasi di RSJD. Apakah benar yang bersangkutan depresi? Itu menunggu hasil pemeriksaan dokter. Kami belum bisa memproses yang bersangkutan. Saat ini juga belum ada pihak yang melaporkan atas kejadian itu. Namun, kami tetap melakukan pemeriksaan awal,” kata wakapolres saat ditemui wartawan di mapolres, Sabtu (10/2/2018).

Baca:

Stres, Ibu di Klaten Naik Motor Seret Anaknya, Sadis!

Begini Kronologi Ibu Seret Anaknya Sejauh 300 Meter di Bayat Klaten

Ibu Seret Anak di Bayat Klaten Jalani Pemeriksaan Kejiwaan di RSJD

Wakapolres menerangkan seusai kejadian itu Santi dibawa ke rumah orang tuanya yang berada di Karanganom. Perempuan itu sudah dibawa ke RSJD dr. R.M. Soedjarwadi guna menjalani observasi. Sementara sang anak, DL, 4, dirawat ayah bersama keluarganya di Bayat.

“Pendampingan dari unit PPA [Perlindungan Perempuan dan Anak] ke anak sudah dilakukan. Laporan terakhir dari anggota, anak sudah ceria dan tertawa. Mudah-mudahan tidak ada trauma. Yang jelas kami dampingi terus,” urai dia.

DL diseret ibunya pada Kamis sekitar pukul 17.30 WIB sejauh 300 meter dari tempat tinggal mereka hingga sepanjang jalan Paseban-Krikilan, Dukuh Bulon. Warga yang berada di sekitar jalan awalnya hanya mengira santi berkendara sepeda motor matic sambil menyeret boneka. Namun, saat tubuh DL terlihat warga lantas meneriaki Santi.

Ada warga yang berusaha mengadang laju sepeda motor supaya Santi melepaskan DL. Namun, perempuan itu terus melajukan kendaraan hingga mengalami kecelakaan di wilayah Dukuh Pagerjurang, Desa Melikan, Kecamatan Wedi. DL yang mengalami luka lecet di kedua lutut dan jari kakinya lantas dilarikan ke puskesmas hingga rumah sakit.

Informasi yang beredar di kalangan warga sekitar lokasi kejadian, sebelum kejadian ada warga yang melihat DL merengek ingin ikut Santi pergi. Namun, Santi menolak hingga terjadi peristiwa penyeretan tersebut.

“Dari kabar yang beredar anaknya klayu. Tapi saya sendiri juga tidak tahu masalah sebenarnya apa. Karena saat kejadian saya juga tidak melihat sendiri,” kata salah satu warga, Wahyanto.

Sementara itu, saat ditemui di rumahnya, Didik enggan berkomentar banyak terkait peristiwa pada Kamis petang. Ia pun hanya tersenyum saat ditanya soal penyebab istrinya menyeret DL. Ditanya soal kondisi DL, Didik mengatakan putrinya sudah kembali ceria.

Saat Solopos.com mendatangi rumahnya, DL terlihat di dalam rumah, duduk di sofa sembari bermain ponsel. “Mohon maaf, privasi keluarga. Kalau mau tanya tentang itu silakan ke polisi saja,” kata Didik.

Koordinator Pekerja Sosial Pusat Layanan Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PLKSAI) Klaten, Muslim Hidayat, mengatakan pekerja sosial sudah berusaha mendatangi anak beserta keluarganya untuk mengecek kondisi DL. “Kemarin [Jumat, 9/2/2018], petugas yang ke lapangan belum bisa menemui anak serta keluarganya. Kami akan datangi lagi anak dan keluarganya bersama unit PPA Polres dan P2TP2A,” katanya.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Urgensi Mendesain Ulang Prolegnas

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (14/2/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universita Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com.  Solopos.com, SOLO–Sidang paripurna DPR di ujung 2017 lalu dibuka dengan laporan 50 rancangan undang-undang (RUU)…