Polisi memasang garis polisi pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gerja Katholik St.Lidwina, Trihanggo, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Gigih M Hanafi) Polisi memasang garis polisi pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Gerja Katholik St.Lidwina, Trihanggo, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018). (Harian Jogja/Gigih M Hanafi)
Minggu, 11 Februari 2018 11:07 WIB Irwan A Syambudi/JIBI/Harian Jogja Peristiwa Share :

Empat Orang Terluka dalam Penyerangan Gereja St Lidwina

Polisi sempat melakukan negosiasi dengan pelaku, tetapi gagal

Solopos.com, SLEMAN-Setidaknya, empat orang terluka dalam penyerangan Gereja St Lidwida, Jambon, Trihanggo, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 07.30 WIB. Penganiyaan oleh pelaku terjadi saat jemaat sedang melaksanakan ibadah.

Informasi Solopos.com, Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto membenarkan kejadian tersebut. Adapun korban dari kejadian tersebut Budijono, 44, beralamat di Perumahan umum Nogotirto, Gamping, Sleman. Ia mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang dan leher bagian belakang akibat senjata tajam.

Korban kedua yakni Romo Prier beralamat di Asmi Bener, Jogja dan mengalami sobek pada kepala belakang akibat senjata tajam pelaku.

Korban lainnya yakni Aiptu Munir, Aspol Polsek Gamping mengalami luka pada tangan dan Martinus Parmadi Subiantara beralamat di Nusupan, Trihanggo, Gamping, Sleman yang mengalami luka pada punggung.

Baca juga : Gereja St Lidwina di Sleman Diserang

Berdasarkan iformasi yang didapat, Aiptu Munir sempat mencoba melakukan negosiasi kepada pelaku agar menyerahkan diri. Namun, pelaku berusaha menyerang petugas sehingga petugas mengeluarkan tembakan peringatan. Pelaku masih saja menyerang petugas mengenai dan tangan Aiptu Munir sehingga terpaksa mengeluarkan tembakan ke arah pelaku dan mengenai perut pelaku sehingga dapat dilumpuhkan dan di bawa ke RSA UGM.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto.

Lowongan Pekerjaan
Kepala Sekolah KB & TKIT Alhikam Delanggu, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Darmanto Jatman Bercerita Jawa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (15/01/2018). Esai ini karya Bandung Mawardi, seorang kritikus sastra. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Rumah dalam pemahaman peradaban Jawa adalah ruang hidup untuk menjadikan manusia ada dan berada. Pemahaman itu menunjukkan konstruksi…