Gubernur Ganjar Pranowo secara simbolis meluncurkan bansos rastra untuk wilayah Kabupaten Semarang dan Demak di Kota Semarang, Jateng, Jumat (9/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Wisnu Adhi N.) Gubernur Ganjar Pranowo secara simbolis meluncurkan bansos rastra untuk wilayah Kabupaten Semarang dan Demak di Kota Semarang, Jateng, Jumat (9/2/2018). (JIBI/Solopos/Antara/Wisnu Adhi N.)
Minggu, 11 Februari 2018 14:50 WIB JIBI/Solopos/Antara Semarang Share :

Distribusi Beras Bansos Rastra Dilepas Langsung Gubernur Jateng

Distribusi beras bansos rastra untuk wilayah Kabupaten Semarang dan Demak dilepas langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Jumat (9/2/2018), tampil langsung melepas distribusi beras untuk keluarga miskin (raskin), bantuan sosial (bansos) yang kini lazim disebut beras sejahtera (rastra), untuk wilayah Kabupaten Semarang dan Demak.

Pelepasan secara simbolis distribusi beras bansos rastra itu dilaksanakan Ganjar Pranowo di halaman kantor Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan, Kota Semarang. Bansos itu merupakan program nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia.

Politikus PDI Perjuangan yang kembali dicalonkan partainya maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018 itu menjelaskan bahwa bansos nontunai berupa rastra itu diberikan kepada keluarga penerima manfaat sesuai ketentuan, yakni masing-masing kepala keluarga mendapat 10 kg beras.

Oleh karena itu, kata Ganjar, harus ada penjelasan ulang kepada warga dengan nilai-nilai kultural masyarakat, termasuk nilai spiritual dan sosial yang dimiliki bersama, supaya teori bagi rata tidak berlaku lagi. “Spiritnya adalah gotong royong, saling tolong menolong, tepa selira, unggah-ungguh dan kalau kita punya budi pekerti yang tinggi, maka akan paham bahwa warga yang mampu secara ekonomi tidak perlu mendapat bantuan rastra, sedangkan warga yang membutuhkan harus diberi rastra,” ujarnya.

Dipapar Ganjar Pranowo kemudian, penyerapan rastra di Jateng pada tahap pertama belum mencapai 100 persen sehingga pada tahapan berikutnya harus lebih baik lagi. “Pada tahap pertama, yakni akhir Januari 2018, di 29 titik distribusi di 29 kabupaten di Jateng baru terserap 93,76 persen saja, padahal jumlah keluarga penerima manfaat di Jateng tercatat sebanyak 2.437.680 orang dengan total beras sebanyak 24.736.800 kilogram,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar Pranowo yang dalam pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 berpasangan dengan politikus PPP Taj Yasin itu  meminta Perum Bulog Divisi Regional Jateng terus melakukan pemantauan terhadap penyaluran beras kepada keluarga penerima manfaat sehingga tepat sasaran. Ia juga meminta data keluarga penerima manfaat program beras sejahtera itu diperbarui secara berkala dan dikelola dengan baik sehingga salah satu program pemerintah pusat itu tepat sasaran.

“Untuk memastikan bahwa itu sampai pada tangan yang benar, barang kali bisa dilakukan evaluasi dan pendataan validasi sehingga dinamika pergerakan data itu bisa terus dilakukan. Saya sudah mengusulkan data ini dilakukan update by system setiap tiga bulan sekali agar tepat sasaran,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jateng Nur Hadi Amiyanto menambahkan, dengan adanya bantuan rastra ini diharapkan para keluarga miskin bisa terbantu. “Jika sebelumnya mereka harus melakukan penebusan beras sebanyak 15 kg dengan harga Rp24.000, sekarang cukup menunjukkan Kartu Keluarga Sejahtera [KKS] saja untuk mendapatkan rastra seberat 10 kg,” ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Kolom

GAGASAN
Pelestarian Seni Tradisi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (9/2/2018). Esai ini karya Tito Setyo Budi; esais, sastrawan, budayawan, dan ketua Yayasan Sasmita Budaya Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Paparan ini saya mulai dari selorohan soal nasi…